Kompas.com - 13/03/2020, 11:12 WIB
Penulis Ari Purnomo
|

SOLO, KOMPAS.com - Melakukan restorasi kendaraan, termasuk sepeda motor, menjadi pilihan tersendiri bagi sebagian orang. Sebab, ada yang merasa puas apabila memiliki tunggangan hasil modifikasi atau sejenisnya.

Pasalnya, untuk motor keluaran lama atau sudah lebih dari 20 tahun sangat sulit mendapatkannya dalam kondisi bagus atau istimewa. Sekalinya ada, harganya juga sudah sangat tinggi.

Sehingga, pilihan untuk melakukan restorasi banyak dilirik dan dijadikan alternatif untuk mencari kepuasan dalam mengoleksi tunggangan yang diimpikan.

Yamaha 125z hasil restorasi Tian NKistimewa Yamaha 125z hasil restorasi Tian NK

Tetapi, untuk melakukan restorasi tentunya tidak sekadar dilakukan dengan melengkapi sparepart yang kurang.

Harus ada beberapa persiapan yang dilakukan agar hasilnya bisa sempurna dan juga memuaskan.

Baca juga: Selain RX-King, Yamaha 125Z Ini Dijual Rp 150 Juta

Sehingga, saat mengeluarkan uang banyak dan menyita waktu bisa tergantikan dengan hasil yang sempurna.

Yamaha 125Z hasil restorasi Tian NKistimewa Yamaha 125Z hasil restorasi Tian NK

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan restorasi sepeda motor.

Cari bahan motor

Mencari motor yang akan direstorasi menjadi perhatian utama dalam pekerjaan ini. Salah seorang spesialis restorasi Nanang Wahyu K atau yang akrab disapa Tian Nk itu mengatakan, motor yang harus dijadikan bahan sebaiknya diketahui sejarahnya dulu.

“Kalau saya akan merestorasi, saya akan mencari motor dengan sejarah yang jelas. Bagaimana kondisi motor ini sebelumnya, semuanya bisa diketahui secara pastinya,” kata Tian kepada Kompas.com Kamis (12/3/2020).

Dengan mengetahui sejarah motornya, Tian menambahkan, maka setidaknya bisa mengetahui kondisi motor yang akan direstorasi. Hasilnya juga akan lebih maksimal dan dapat menjadi kepuasan tersendiri.

Baca juga: Harga Sepasang Spion Yamaha 125Z Bisa Dapat Motor Matik Bekas

Berburu sparepart

Sparepart Yamaha 125Zistimewa Sparepart Yamaha 125Z

Jika sudah mendapatkan motor yang akan dijadikan bahan, selanjutnya siapkan uang untuk membeli sparepart.

Tian mengatakan, jika restorasi yang dilakukannya adalah dengan mengganti seluruh bagian motor. Mulai dari bagian mesin, kaki-kaki, bodi, striping, baut dan lainnya.

“Semuanya diganti dengan yang NOS (New Old Stock) bahkan untuk baut-baut juga saya carikan yang asli dan tidak sembarangan,” ucapnya.

Baca juga: Harga Silinder Yamaha 125 Lebih Mahal dari Aerox 155

Pembongkaran dan perakitan

Tian mengatakan, sebelum melakukan pembongkaran sebaiknya dipastikan dulu apakah seluruh sparepart yang akan diganti sudah lengkap.

Jangan sampai, saat motor akan dibongkar masih ada satu atau dua part yang belum lengkap. Sehingga, justru bisa mengganggu pekerjaan atau saat melakukan perakitan.

“Jika ini terjadi bisa saja mengganggu pengerjaan nantinya, jadi lebih baik sparepartnya lengkap dulu baru dilakukan restorasi,” ucapnya.

Salah satu Yamaha 125Z lansiran 2001 yang dijual di stan Greenseta, saat penyelenggaraan Pasar Jongkok Otomotif 2018 di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (7/4/2018).Kompas.com/Alsadad Rudi Salah satu Yamaha 125Z lansiran 2001 yang dijual di stan Greenseta, saat penyelenggaraan Pasar Jongkok Otomotif 2018 di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (7/4/2018).

Untuk proses restorasi motor, Tian mengatakan, rata-rata membutuhkan waktu antara satu sampai dua bulan tergantung dengan tingkat kesulitannya.

“Yang lama biasanya mencari onderdilnya, karena kadang harus memesan dari daerah lain atau bahkan dari luar negeri,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.