Ini Alasan Kenapa Mobil Lawas Punya Harga Mahal

Kompas.com - 13/03/2020, 07:12 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Bagi sebagian orang, harga mobil bekas yang lebih tinggi daripada banderol mobil baru terbilang kurang masuk akal. Padahal, ada beberapa faktor yang membuat mobil bekas atau mobil lawas punya nilai begitu mahal.

Pertama, karena jumlah mobil yang terbatas, membuat harganya semakin tinggi lantaran permintaan tidak sebanding dengan jumlah yang tersedia di pasaran.

Selain ketersediaan unit, faktor mobil yang unik juga jadi sebab mobil lawas memiliki harga yang tinggi di pasaran.

Baca juga: Resmi, Toyota dan Daihatsu Luncurkan Ayga-Ayla Facelift Pekan Depan

Deretan mobil retro yang meramaikan pameran Classic for The Young Generation yang diadakan Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) di Maxxbox Lippo Village, Tangerang, Sabtu (31/3/2018). Kompas.com/Alsadad Rudi Deretan mobil retro yang meramaikan pameran Classic for The Young Generation yang diadakan Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) di Maxxbox Lippo Village, Tangerang, Sabtu (31/3/2018).

“Seperti model coupe atau station wagon itu harganya tidak pernah turun, karena jarang di Indonesia, makanya lebih diminati,” ujar Helmie Sarosa, pemilik showroom mobil lawas Kedai Built Up di Bekasi, Jawa Barat, kepada Kompas.com Kamis (12/3/2020).

Di samping itu, faktor lain yang membuat harga mobil lawas menjadi mahal adalah karena telah direstorasi ulang oleh pemilik sebelumnya.

Iman Kusumo, pemilik bengkel Gearhead Monkey Garage (GMG) di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, mengatakan biaya restorasi menggunakan komponen orisinal terbilang tinggi.

Baca juga: Menu Baru Bikin Toyota Agya Facelift Naik Kelas

Deretan mobil klasik milik anggota Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) yang hadir saat acara kumpul bareng di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (4/3/2018).Kompas.com/Alsadad Rudi Deretan mobil klasik milik anggota Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) yang hadir saat acara kumpul bareng di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (4/3/2018).

Terlebih untuk mobil merek Jepang yang komponen orisinalnya sudah agak jarang tersedia. Lain halnya dengan mobil Amerika atau Eropa yang masih terus memproduksi suku cadang mobil-mobilnya.

“Restorasi mobil klasik pasti mahal, apalagi kalau kita mau enak dan nyaman. Agar seperti itu tentu pemilik bakal menggunakan komponen orisinal, makanya saat dia jual kembali harganya akan jauh lebih tinggi,” kata Iman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.