Honda Yakin Lolos Tes Uji Tabrak yang Dilakukan Kemenhub

Kompas.com - 23/12/2019, 08:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Perhubungan RI dikabarkan berniat membangun fasilitas uji tabrak atau crash test di Indonesia pada 2020 mendatang. Rencananya fasilitas tersebut akan berada di Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor di Bekasi Jawa Barat.

Menurut Budi Setiyadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, total anggaran senilai RP 1,6 triliun telah siap dilelang lewat skema kerja sama dengan KPPU (Komisi Pengawasan Persaingan Usaha).

Walau demikian, beberapa pabrikan mengaku belum mengetahui rencana tersebut. Lebih khusus pada materi pengujian pada fasilitas crash test milik Kemenhub tersebut.

Baca juga: Tanggapan Merek Soal Rencana Fasilitas Crash Test di Indonesia

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi di kantornya, Jakarta, Senin (16/12/2019).Kompas.com/Akhdi Martin Pratama Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi di kantornya, Jakarta, Senin (16/12/2019).

“Kami belum tahu sih sebenarnya kriteria pengujiannya seperti apa, tinggal tunggu petunjuk teknisnya saja,” ujar Public Relation dan Digital Manager PT Honda Prospect Motor Yulian Karfili, saat ditanya Kompas.com (19/12/2019).

“Tapi kalau dari standar keselamatan sih harusnya dengan kami sudah comply rating NCAP dan Honda kan juga punya fasilitas crash test sendiri di R&D kami di Thailand dan Jepang,” katanya.

Arfi mengatakan, semua model yang diproduksi Honda sudah melalui proses uji tabrak atau crash test. Beberapa model juga diklaim telah lolos uji tabrak yang dilakukan Euro NCAP dan ASEAN NCAP.

Baca juga: Fasilitas Crash Test Indonesia Dibangun 2020, Anggaran Rp 1,6 T

 

Uji Tabrak Honda CR-V ASEAN NCAPdok.HPM Uji Tabrak Honda CR-V ASEAN NCAP

“Hampir semua model sudah dapat rating ASEAN NCAP. Jadi harusnya enggak ada masalah. CR-V dan Accord di ASEAN NCAP sudah 5 bintang, sisanya variatif. Minimal 4 bintang, karena untuk dapat 5 bintang butuh kelengkapan fitur juga jadi tak sekadar kekuatan sasisnya saja,” ujarnya.

“Jadi setiap model itu memang sudah melalui standar yang kami punya optimis saja. Semua pengembangan untuk model baru ada di Jepang dan Thailand, untuk R&D-nya. R&D di Indonesia ada, tapi fungsinya lebih ke survei pasar dan konsumen,” ucap Arfi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.