Fasilitas Crash Test Indonesia Dibangun 2020, Anggaran Rp 1,6 T

Kompas.com - 19/12/2019, 07:42 WIB
Ilustrasi virtual crash test automotive-fleet.comIlustrasi virtual crash test

BOGOR, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) akan membangun proving ground yang dilengkapi fasilitas crash test atau uji tabrak kendaraan bermotor, mulai tahun depan.

Fasilitas yang rencananya bakal dibangun di Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor, Bekasi, Jawa Barat ini, akan melibatkan berbagai perusahaan atau industri terkait, baik dari Jepang, China, Korea Selatan, Eropa, maupun dalam negeri.

" Anggaran untuk pembangunannya adalah Rp 1,6 triliun, dengan skema penganggaran kerja sama bersama KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) untuk dilelang. Saat ini perserta sudah cukup banyak," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi kepada KOMPAS.com di Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/12/2019).

Baca juga: Indonesia Bangun Fasilitas Crash Test Tahun Depan

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi

Penganggaran ini direncanakan dapat selesai di awal semester pertama 2020. KPPU bersama Kemenhub mulai membuka lelang proyek pada Januari 2020 mendatang.

"Sebelumnya kita sudah lakukan market sounding, investor gathering, dan sebagainya sehingga sudah cukup banyak yang tertarik. Saya belum bisa katakan detail siapa saja, tapi rasanya ada ATPM otomotif, namun berkerja sama dengan yang lain," ucap dia.

Budi menjelaskan, dasar dari kewajiban pembangunan fasilitas crash test di dalam negeri ialah aturan United Nation Regulation (UNR). Disebutkan bahwa, tiap negara harus melakukan uji kendaraan secara menyeluruh guna menjamin keselamatan dan keamanan berkendara.

Baca juga: Kemenhub Bangun Fasilitas Pengujian Kendaraan Listrik

Crash test Daihatsu Aylayoutube.com Crash test Daihatsu Ayla

"Kita sebelumnya sudah memiliki uji tipe kendaraan yang menggunakan alat. Namun sesuai aturan UNR, selain pengujian tersebut harus juga dilakukan uji lapangan," katanya.

"Nanti, kendaraan yang akan dipasarkan di Indonesia akan dilakukan simulasi dahulu, dengan medan seperti jalanan pada umumnya. Akan ada jalanan licin, jalan banjir, tanjakkan, dan sebagainya. Sehingga, data kendaraan lebih lengkap dan komperhensif," tambah Budi.

Terkait standarisasi uji tabrak kendaraan sendiri, meski belum ditentukan, Budi menyebut akan mengadopsi berbagai standar internasional yang telah berlaku seperti, ASEAN NCAP, ANCAP, Euro NCAP, dan sebagainya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X