BMW Optimistis PPnBM Baru Bisa Dongkrak Penjualan Sedan

Kompas.com - 02/11/2019, 10:20 WIB
BMW 320i Sport resmi meluncur di Indonesia Foto: Bayu NurpatriaBMW 320i Sport resmi meluncur di Indonesia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - BMW Group Indonesia melihat harmonisasi skema Pajak Penjualan atas Barang Mewah ( PPnBM) kendaraan bermotor di Indonesia bisa mendongkrak penjualan sedan dan SUV.

Bayu Riyanto, Wakil Presiden Penjualan BMW Indonesia, mengatakan, penurunan pajak sedan akan membuka pandangan mengenai mobil selain MPV yang selama ini menjadi favorit orang Indonesia.

Baca juga: Ini Spesifikasi Lengkap BMW X1 sDrive18i xLine

"Harapannya akan jadi hal berimbang dari MPV, SUV dan sedan. Kalau saya melihat bahwa masa depannya ada di SUV dan sedan, sebab orang akan melihat harga sedan jadi affordable dibeli karena pajaknya lebih murah," kata Bayu di Jakarta, Jumat (1/11/2019)

Mobil New BMW X1, Sport Utility Vehicle (SUV) terlihat saat diluncurkan di Jakarta, Jumat (1/11/2019). BMW X1 facelift hadir dengan satu varian yaitu X1sDrive18i xLine. Mobil ini sudah dirakit secara lokal di fasilitas BMW Production Network 2, Gaya Motor, Sunter, Jakarta Utara dan dibanderol Rp739.000.000 off the road.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Mobil New BMW X1, Sport Utility Vehicle (SUV) terlihat saat diluncurkan di Jakarta, Jumat (1/11/2019). BMW X1 facelift hadir dengan satu varian yaitu X1sDrive18i xLine. Mobil ini sudah dirakit secara lokal di fasilitas BMW Production Network 2, Gaya Motor, Sunter, Jakarta Utara dan dibanderol Rp739.000.000 off the road.

Tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai PPnBM, peraturan akan berlaku mulai 16 Oktober 2021.

Berdasarkan peraturan yang telah ditandatangani Presiden Jokowi pada 15 Oktober 2019 dan diundangkan 16 Oktober 2019 ini, pengenaan PPnBM tidak lagi berdasarkan pada bentuk bodi kendaraan. Melainkan besaran emisi gas buang yang dihasilkan atau konsumsi bahan bakar.

Baca juga: BMW Motorrad Pendekatan ke Orang Kaya di Jakarta Barat

Pada skema baru itu semua mobil penumpang berbahan bakar fosil yang kapasitas silindernya di bawah 3.000 cc, dikenakan PPnBM sebesar 15 persen, 20 persen, 25 persen, dan 40 persen berdasarkan keluaran CO2 dan konsumsi bahan bakar.

"Harapannya kita jauh lebih baik ke depannya. Karena balik lagi kalau kita lihat orang takut beli sedan dan SUV karena secara pajak besar, kalau lihat dulu kelihatan sekali timpang pajak MPV dan sedan berbeda. Kita bisa lebih baik jualan lagi tipe sedan," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X