Kompas.com - 25/11/2022, 08:12 WIB
|


JAKARTA, KOMPAS.com – Truk kelebihan muatan dan dimensi (over dimension over load /ODOL) jadi sebab kecelakaan lalu lintas di berbagai daerah. Hal ini bukan tanpa alasan mengingat banyak insiden disebabkan karena rusaknya infrastruktur jalan.

Neni Kusnianti, Kepala Balai Perkerasan dan Lingkungan Jalan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, mengatakan, penanganan kendaraan ODOL menjadi pekerjaan rumah bersama dalam rangka mewujudkan keselamatan jalan.

“Dengan infrastruktur yang begitu banyak terbangun dan tentunya ini akan berpengaruh juga terhadap ODOL. Karena ternyata mobil-mobil yang mengangkut material konstruksi itu kebanyakan ODOL,” ujar Neni, disitat dari tayangan Youtube Ditjen Perhubungan Darat (24/11/2022).

Baca juga: Jangan Asal, Ini Penyebab Turbo pada Mesin Mobil Cepat Rusak

Perbaikan jalan di Ruas Tol Jakarta-CikampekDOK. JASA MARGA Perbaikan jalan di Ruas Tol Jakarta-Cikampek

Menurutnya, ketika kendaraan itu overload, dia akan memberikan suatu kontribusi kepada umur rencana jalan.

“Jadi di sini, ketika dia kelebihan muatan sekitar 34,5 persen, akan menurunkan umur jalan menjadi 3 tahun. Dan ketika dia kelebihan muatan 66,6 persen, akan menurunkan umur jalan 1,3 tahun,” ucap Neni.

Adapun dari sisi desain konstruksi jalan, truk ODOL berdampak pada meningkatnya biaya pembangunan.

Baca juga: Dua Kali Gagal, Apa yang Membuat Chery Pede Jualan Lagi di Indonesia?

“Tadinya kita didesain untuk 8 ton dan mempunyai ketebalan sekitar 20 cm, tetapi dengan adanya ODOL ini tentunya akan memberikan suatu biaya yang lebih tinggi,” kata Neni.

“Jadi semakin besar beban yang dipikul jalan semakin tebal perkerasan yang dibutuhkan, sehingga semakin meningkat pula kebutuhan anggaran untuk penanganan jalan,” ujar dia.

Ia juga menambahkan, Dirjen Bina Marga punya target membangun jalan tol sepanjang 2.500 Km, dan ini ada yang sudah beroperasi sebagian.

Baca juga: Punya Pabrik Baru, Vespa Mau Produksi Motor Listrik?

Lokasi kejadian pemotor tewas akibat jalan bergelombang di Jalan Haji Darip arah Duren Sawit, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (4/7/2022). Lokasi kejadian pemotor tewas akibat jalan bergelombang di Jalan Haji Darip arah Duren Sawit, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (4/7/2022).

Kemudian, 3.000 Km jalan nasional baru, dan 97 persennya kemantapan jalan nasional. Serta waktu tempuh di jalan lintas utama pulau 1,9 jam per 100 Km.

“Terkait dengan target ini, kami juga punya kendala bahwa kemantapan jalan itu kemarin ada deviasi, tidak tercapai di tahun 2021, ada sekitar deviasi 2 persen. Nah terkait dengan itu, memang ini ada kaitannya juga dengan ODOL,” tutur Neni.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.