Dorong Konversi Motor Listrik, ESDM Sebut Butuh Investasi Baru

Kompas.com - 25/11/2022, 07:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Konversi sepeda motor merupakan salah satu upaya pemerintah yang dipercaya mampu mendorong percepatan penggunaan kendaraan bermotor listrik di dalam negeri.

Hanya saja untuk mengoptimalisasikannya, seperti dikatakan oleh Menteri Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, perlu ada dorongan investasi baru dan peningkatan produksi untuk menurunkan harga komponen utama konversi seperti baterai serta motor listrik.

Mengingat, komponen baterai, motor listrik/BLDC, dan controller kini masih diimpor dari beberapa negara tertentu. Padahal bagian tersebut berkontribusi cukup besar terhadap penentuan harga suatu kendaraan listrik.

Baca juga: Hyundai Akan Jual Ioniq 5 Bekas KTT G20, Ada Diskonnya

Konversi motor listrik garapan PetrikbikeDok. Petrikbike Konversi motor listrik garapan Petrikbike

"Industri lokal perlu untuk mengembangkan komponen utama, yaitu baterai, motor listrik, dan controller. Ini tengah dilakukan oleh tiga perusahaan nasional," kata dia dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (22/11/2022).

"Saat ini perkembangan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) komponen utama motor listrik BLDC adalah sebesar 69 persen, controller 35,82 persen, dan baterai 11,95 persen," lanjut Arifin.

Ia menyatakan apabila sel baterai sudah diproduksi di dalam negeri maka TKDN dapat mencapai 60 persen sampai 90 persen. Situasi ini bergantung pada tingkat kedalaman manufaktur baterai dan komponennya.

Sebelumnya, Kementerian ESDM bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan instansi terkait lainnya tengah melakukan uji coba konversi motor bekas menjadi motor listrik.

Baca juga: Punya Pabrik Baru, Vespa Mau Produksi Motor Listrik?

Paket konversi motor listrik untuk Vespa 2-tak dari Retrospective ScootersDok. Rideapart.com Paket konversi motor listrik untuk Vespa 2-tak dari Retrospective Scooters

Tercatat sedikitnya terdapat 127 unit kendaraan roda dua yang melakukan konversi. Dari jumlah itu, sebanyak 22 di antaranya telah mendapatkan dokumen berupa STNK dari Korlantas Polri.

Kegiatan konversi tersebut, dilakukan di 49 bengkel yang telah diberi pelatihan resmi oleh Kementerian ESDM, tersebar di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta.

"Pertumbuhan kendaraan berbahan bakar BBM kecenderungannya naik terus, informasi dari Korlantas Polri, total kendaraan roda dua berbahan bakar BBM itu ada 120 juta unit dan itu kencenderungannya naik terus 4-5 persen per tahun serta mobil BBM ada 20 juta lebih yang kecenderungannya juga naik terus," sambung Arifin.

"Sementara permintaan BBM-nya semakin tinggi. Maka impor kita makin banyak, subsidi makin besar," kata dia lagi.

Baca juga: Intip Spesifikasi Genesis G80 Eks Kepala Negara di KTT G20

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bila tantangan konversi ialah harga yang masih belum bersaing. Oleh karena itu, pemerintah kini menyiapkan sejumlah insentif agar bisa mendorongnya.

"Formatnya lagi dipikirkan. Kita enggak ingin mensubsidi pada tempat yang salah makanya kita akan perhatikan karena subsidi itu tidak terhadap motor baru saja tapi juga motor konversi," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.