Putaran Mesin Saat Stasioner Terlalu Tinggi Bikin Konsumsi BBM Boros?

Kompas.com - 20/08/2022, 15:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Putaran stasioner pada mobil diperlukan ketika mobil terjebak kemacetan atau berhenti di lampu merah. Pasalnya, bila mesin dimatikan maka sistem AC di dalam kabin akan berhenti dan itu bisa membuat pengendara kurang nyaman.

Sehingga, mesin perlu tetap hidup dalam keadaan tersebut. Nah, kondisi mesin hidup pedal gas tidak ditekan itu dinamakan putaran stasioner.

Banyak orang beranggapan putaran mesin saat stasioner terlalu tinggi bisa membuat konsumsi bahan bakar boros, benarkah hal tersebut?

Baca juga: Wahai para Pemilik Kendaraan, Sudah Paham Apa Arti RPM?

Speedometer Daihatsu New SirionKompas.com/Donny Speedometer Daihatsu New Sirion

Pemilik Markas Oto Spesialis Nissan & Datsun Anom Budi Prasetiyo, mengatakan putaran mesin yang terlalu tinggi memang bisa membuat konsumsi bahan bakar semakin boros khususnya saat stasioner.

Konsumsi bahan bakar ketika mesin stasioner sebenarnya ya kecil, tapi jika putaran mesin terlalu tinggi maka bisa membuat konsumsi BBM semakin boros,” ucap Anom kepada Kompas.com, Jumat (19/8/2022).

Dia mengatakan konsumsi bahan bakar saat stasioner tentu tidak sebesar ketika mobil melakukan akselerasi, tapi dengan putaran mesin yang sesuai maka hal itu bisa dikatakan lebih irit efisien.

Baca juga: Pentingnya Memperhatikan RPM Mesin Mobil Saat Berkendara

Speedometer All New Subaru Forester S-EyeSightKompas.com/Donny Speedometer All New Subaru Forester S-EyeSight

Putaran mesin saat stasioner ya sekitar 700 sampai 750 rpm, bila AC dinyalakan bisa sampai 1.000 rpm, setiap mobil berbeda-beda,” ucap Anom.

Dia mengatakan untuk mobil-mobil modern biasanya akan disediakan fitur grafik konsumsi bahan bakar rata-rata di multi information display (MID). Nah, angka tersebut dapat mempengaruhi psikologis pengendara.

“Dengan putaran idle terlalu tinggi, tentu akan sangat berpengaruh pada angka rata-rata konsumsi bahan bakar di MID, karena angka tersebut merupakan pembagian jumlah bahan bakar terpakai dengan jarak yang ditempuh,” ucap Anom.

Baca juga: Jangan Hidupkan atau Matikan AC Saat RPM Mesin Tinggi

Dia mengatakan, jika patokan boros atau tidaknya adalah angka di MID, maka kondisi yang paling boros pada mobil adalah ketika mobil berhenti dengan mesin menyala, yaitu saat stasioner.

Hal itu bisa terjadi lantaran pembagi angka rata-rata konsumsi BBM adalah jarak tempuh, yang artinya saat stasioner angka jarak tempuhnya nol. Maka dari itu, putaran mesin saat stasioner sangat menentukan konsumsi bahan bakar pada mobil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.