Legenda Balap Motor Sebut Motor Pelan Lebih Seru buat Tontonan

Kompas.com - 16/07/2022, 09:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Legenda Grand Prix Giacomo Agostini merupakan penggemar Marc Marquez. Juara dunia 15 kali itu berharap Marc cepat pulih dan bisa balapan seperti sebelum cedera.

Agostini suka Marquez karena merupakan pebalap yang agresif dan rendah hati. Agostini berharap penyembuhan pasca-operasi lengan keempat itu berlangsung baik.

Baca juga: Anak Kecil Rentan Terlindas Mobil Saat Keluar dari Garasi

"Saya berharap dia sukses karena dia adalah pebalap yang selalu memberikan 100 persen," kata Agostini, dikutip dari Tuttomotoriweb.it, Sabtu (16/7/2022).

Pebalap Repsol Honda Marc Marquez saat melakukan sesi latihan bebas kedua MotoGP Italia di Sirkuit Mugello, Jumat (27/5/2022). AFP/FILIPPO MONTEFORTE Pebalap Repsol Honda Marc Marquez saat melakukan sesi latihan bebas kedua MotoGP Italia di Sirkuit Mugello, Jumat (27/5/2022).

"Saya sangat menyukainya seperti halnya (Fabio) Quartararo. Antara lain, jika mereka juga melihat saya di grid awal, mereka tidak pernah gagal untuk menyapa," katanya.

Agostini juga mengomentari kemajuan MotoGP dari masa ke masa. Dari zaman dia balapan di era '60-an sampai saat ini menghasilkan beberapa nama legendaris, mulai dari Mick Doohan sampai Valentino Rossi.

"Tentu menarik untuk melihat pemenang yang berbeda, tetapi kekurangan seseorang yang mampu melakukan hal-hal yang tidak dapat dilakukan orang lain," kata dia.

"Orang-orang seperti Cassius Clay (Muhammad Ali), Eddie Merckx, Maradona, Valentino Rossi, atau saya sendiri. Saya tidak berpikir bahwa mereka yang sering berada di atas angin akhirnya menjadi lelah. Memang menarik publik dan membuat mereka jatuh cinta,” katanya.

Baca juga: Suka Karakter Sirkuit, Arbi Aditama Optimistis Berlaga di Portimao

MV Agusta Superveloce Ago edisi khusus Giacomo Agostini.Foto: Visordown MV Agusta Superveloce Ago edisi khusus Giacomo Agostini.

Agostini juga mengomentari motor MotoGP saat ini. Seperti diketahui, beberapa waktu ini MotoGP dikritik sebab kemajuan teknologi membuat balapan jadi kurang menarik karena tidak ada salip-salipan.

“Bukan itu yang membuat pertunjukan. Sebaliknya, itu membuat segalanya lebih berbahaya. Motor yang lebih pelan akan lebih banyak menyalip, seperti yang terjadi di Moto2 dan Moto3," kata dia.

"Selain itu, kamu lebih asyik ketika pebalap yang harus mengatur dirinya sendiri daripada bergantung pada elektronik," kata Agostini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.