Kompas.com - 18/05/2022, 12:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kendaraan bermotor berbahan bakar hidrogen dipercaya menjadi salah satu cara tepat untuk menekan kadar emisi gas rumah kaca (ERK) serta keluaran emisi CO2 yang dihasilkan oleh kendaraan.

Apalagi, jenis transportasi tersebut tidak perlu merubah kebiasaan para penggunanya sebagaimana kendaraan bermotor berbasis listrik (electric vehicle) karena keterbatasan daya jelajah dan waktu pengisian daya.

Demikian dikatakan Project General Manager ZEV & Technical Research Toyota Daihatsu Enegeering and Manufacturing Co., Ltd, Indra Chandra Setiawan dalam webinar bertajuk 'The Urgency of Renewable Energy on Hydrogen Cars in Indonesia', belum lama ini.

Baca juga: Hidrogen Jadi Bahan Bakar Alternatif Mulai Dibahas Pemerintah

Mesin hidrogen pada GR YarisPAULTAN.org Mesin hidrogen pada GR Yaris

"Fuel cell electric vehicle (FCEV) tidak perlu merubah behavior. Pengguna tetap perku ke fuel station dengan waktu pengisian daya hanya sekitar 3-5 menit saja," katanya.

"Kemudian kendaraan ini long range dan tidak perlu home refueling atau mengisi daya di rumah seperti kendaraan listrik. Sehingga ketika dipakai sehari-hari, tidak perlu penyesuaian besar," ucap Indra.

Artinya, dalam satu jam penyedia daya untuk FCEV bisa melayani sekitar 10 kendaraan. Dibandingkan kendaraan listrik yang membutuhkan waktu 30 menit sampai satu jam, perbedaannya sangat signifikan.

Selain itu, dalam waktu yang sama, SPKLU hanya mampu melayani sekitar dua sampai tiga kendaraan listrik.

"Sehingga apabila operasional kendaraan itu 12 jam, sudah ada sekitar 480 FCEV yang bisa dilayani. Ini lebih realistis untuk diterapkan sebagai kendaraan harian maupun operasional," ucap Indra.

Baca juga: 2,15 Juta Kendaraan Mudik Keluar Jabodetabek, Lonjakan ke Arah Merak

Toyota Corolla Hatchback dengan bahan bakar hidrogenDok. Carscoops.com Toyota Corolla Hatchback dengan bahan bakar hidrogen

Kendaraan listrik, lanjut Indra, masih membutuhkan cukup banyak energi untuk memproduksi baterai, seperti batu bara.

Belum lagi saat proses penguraian atau daur ulang baterai terkait. Adapun kendaraan hidrogen, disebutnya tidak membutuhkan perubahan yang besar dalam sisi industri manufaktur untuk merealisasikan maupun memproduksinya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.