2,15 Juta Kendaraan Mudik Keluar Jabodetabek, Lonjakan ke Arah Merak

Kompas.com - 18/05/2022, 08:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama arus mudik Lebaran 2022 pada 27 April sampai 3 Mei, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat 2,15 juta kendaraan keluar dari Jabodetabek.

Volume lalu lintas tersebut meningkat 7 persen dibandingkan sebelum pandemi atau mudik Lebaran 2019, dan naik 103 persen dari mudik Lebaran 2021. Fakta data ini disampaikan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi, Selasa (17/5/2022).

“Jadi kalau apple to apple dengan 2019 memang mengalami kenaikan sekitar 7 persen,” ucap Budi, dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Motor Dikunci Setang Arah Kanan Bisa Aman dari Maling?

Pada arus mudik Lebaran 2022, kendaraan keluar dari Jabodetabek paling banyak menuju arah timur, yaitu Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama arah Trans Jawa, meskipun tidak signifikan, terjadi kenaikan sebesar 0,6 persen jika dibandingkan tahun 2019, menjadi 773.725 kendaraan.

Uniknya, pada tahun ini kenaikan volume lalu lintas arus mudik terbesar terjadi dari Jabodetabek ke arah GT Cikupa arah Pelabuhan Merak sebesar 17 persen, dari 492.777 kendaraan di 2019 menjadi 577.697 kendaraan di 2022.

Sejumlah kendaraan antre melintasi Gerbang Tol Kramasan di Desa Ibul Besar III, Pemulutan, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis (28/4/2022). Pada H-4 Hari Raya Idul Fitri 1443 H, jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Kayu Agung-Palembang mengalami kepadatan volume kendaraan dan diperkirakan puncaknya pada H-3 Lebaran. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym.
ANTARA/WAHYUDI Sejumlah kendaraan antre melintasi Gerbang Tol Kramasan di Desa Ibul Besar III, Pemulutan, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis (28/4/2022). Pada H-4 Hari Raya Idul Fitri 1443 H, jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Kayu Agung-Palembang mengalami kepadatan volume kendaraan dan diperkirakan puncaknya pada H-3 Lebaran. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym.

Hal ini disebabkan adanya jalan Tol Trans Sumatera yang menghubungkan Lampung, Palembang, hingga ke Betung.

“Pergerakan paling banyak kalau dulu yang ke arah timur ke Jawa Tengah dan Jawa Barat. Tapi ternyata yang sekarang ke arah Merak atau nyebrang sampai dengan Sumatera,” kata Budi.

Budi juga memperkirakan, apabila jalan Tol Trans Sumatera telah membentang sampai ke Aceh, maka pergerakan pemudik dari Jabodetabek ke Sumatera akan lebih meningkat lagi.

Baca juga: Pulang Mudik Pakai Motor, Jangan Lupa Cek Kondisi Pengereman

Selanjutnya, peningkatan volume lalin terjadi di GT Ciawi dari Jabodetabek ke arah Puncak sebesar 16,9 persen dari 352.839 kendaraan di 2019 menjadi 412.398 kendaraan di 2022.

“Kalau ke arah Puncak naiknya sampai 16 persen karena bercampur dengan para pemudik dan masyarakat yang akan berwisata ke Puncak,” ujar Budi.

Sementara, volume kendaraan di GT Kalihurip Utama arah Bandung justru mengalami penurunan 2,2 persen dibandingkan saat arus mudik Lebaran 2019.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.