Ada Unjuk Rasa Hari Ini, Polda Metro Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Kompas.com - 21/04/2022, 03:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menyiapkan rekayasa arus lalu lintas, terkait rencana unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI).

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, aksi unjuk rasa ini rencananya bakal dilakukan di tiga titik di Jakarta, hari ini, Kamis (21/4/2022).

Sambodo mengungkapkan, tiga titik yang akan dilakukan rekayasa lalu lintas, yakni di sekitar Gedung DPR/MPR/DPD RI, kawasan Patung Kuda dan kawasan Harmoni.

Baca juga: KAI Bakal Tuntut Pengemudi Mobil yang Tabrakan dengan KRL di Depok

Jalan Gatot Subroto, Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, atau tepat di depan Gedung DPR/MPR RI, mulai terjadi kemacetan akibat massa aksi mahasiswa dan warga, pada Senin (11/4/2022) pukul 13.45Kompas.com/MITA AMALIA HAPSARI Jalan Gatot Subroto, Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, atau tepat di depan Gedung DPR/MPR RI, mulai terjadi kemacetan akibat massa aksi mahasiswa dan warga, pada Senin (11/4/2022) pukul 13.45

"Kemungkinan dari pagi kami lakukan rekayasa lalu lintas itu karena akan dipasang water barrier dan security barrier, jadi memang harus dibentang dan harus ditutup," ujar Sambodo, dilansir dari Antara (20/4/2022).

Menurutnya, rekayasa lalu lintas di sekitar Gedung DPR/MPR/DPD RI akan diterapkan mulai pukul 09.00 WIB.

"Mencegah tindakan anarkistis seperti kemarin, maka dari pagi, jalur di depan DPR/MPR RI akan kami tutup, kemudian kami sisakan hanya satu lajur yang melalui jalur busway," ucap Sambodo.

Baca juga: Pertamax Rp 12.500, Isi BBM Full Mitsubishi Xpander Tembus Rp 562.500

Sementara itu, rekayasa arus lalu lintas di kawasan Bundaran Patung Kuda dan Kawasan Harmoni akan dilakukan secara situasional.

"Untuk Harmoni kemungkinan nanti lihat perkembangan situasinya seperti apa, situasional tapi yang jelas kalau di Sapta Pesona ditutup, Harmoni juga harus ditutup," kata Sambodo.

Sambodo juga mengimbau masyarakat untuk mencari rute alternatif dan menghindari menghindari kawasan yang akan diterapkan rekayasa lalu lintas.

"Silahkan masyarakat mengatur perjalanan sehingga besok pagi dapat menghindari ke tiga kawasan tersebut dan mencari jalur alternatif lain," tutur dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.