Salah Satu Penyebab Utama Truk dan Bus Alami Rem Blong

Kompas.com - 21/02/2022, 08:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Kejadian rem blong pada truk dan bus kerap terjadi di Indonesia karena berbagai alasan. Masih teringat kejadian truk di Balikpapan yang menewaskan lima orang, kecelakaan tersebut disebabkan rem blong.

Ahmad Wildan, Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membagikan pengalamannya selama melakukan investigasi truk dan bus yang mengalami rem blong.

Dikutip dari unggahan Wildan di Instagram, jenis kampas rem yang digunakan oleh truk dan bus bisa menjadi penyebab rem blong karena brake fading. Kampas rem terbagi jadi dua berdasarkan bahannya, yakni asbestos dan non asbestos.

Baca juga: Cegah Vapor Lock, Jangan Malas Ganti Minyak Rem

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by ACHMAD WILDAN (@wildanknkt)

 

“Asbestos terbuat dari asbes dicampur resin, warnanya cerah, memiliki ketahanan panas 200 derajat celsius sampai 250 derajat celsius. Kampas rem ini tidak ramah lingkungan dan buruk dalam melakukan pembuangan panas (disipasi), sehingga lebih cepat mengalami brake fading saat pengereman maksimal,” ucap Wildan dikutip Kompas.com, Minggu (20/2/2022).

Brake fading adalah kondisi kampas rem yang overheat karena pengereman maksimal. Ketika kampas overheat, gaya geseknya berkurang bahkan licin seperti kaca, sehingga tidak menggesek cakram dan kendaraan mengalami rem blong.

“Sementara non asbestos terbuat dari serat kevlar dan steel fiber. Warnanya gelap dan agak mengkilat, memiliki ketahanan panas hingga 400 derajat celsius dan sangat bagus dalam melakukan disipasi panas,” kata Wildan.

Baca juga: Telat Bayar Pajak Kendaraan Bisa Kena Tilang, Ini Penjelasannya

Kampas rem model non asbestos sangat baik dalam meminimalisir rem blong, bahkan dari pabrikan, sudah wajib menggunakan jenis tersebut. Tapi sayangnya, di pasaran atau aftermarket, justru ebih banyak model asbestos dibanding non asbestos.

Menurut Wildan, banyak bus atau truk yang memilih jenis kampas rem asbestos karena karakter dari pengemudi di Indonesia. Pengemudi bus dan truk di Indonesia itu ofensif, suka menempel ke kendaraan lain.

“Jenis kampas rem non asbestos kurang pakem jika dibandingkan yang asbestos. Menggunakan kampas rem asbestos pengemudi bus bisa mengemudi seperti halnya mengemudi mobil kecil,” ucapnya.

Wildan menyarankan agar operator bus dan truk mengajarkan para pengemudinya defensive driving. Sehingga mereka mau menggunakan kampas rem jenis non asbestos yang bisa meminimalisir rem blong.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.