Perbedaan Harga On The Road dan Off The Road Saat Beli Kendaraan

Kompas.com - 21/02/2022, 06:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat hendak membeli kendaraan, informasi seputar harga baik mobil maupun sepeda motor biasanya disampaikan dengan dua jenis, yakni on the road (OTR) dan off the road.

Istilah ini digunakan untuk menginformasikan calon pembeli tentang status kendaraan yang ingin dibeli.

Biasanya, kebanyakan agen pemegang merek (APM) akan langsung menyampaikan harga OTR, hal ini karena kendaraannya sudah dirakit di Indonesia atau umum (populasinya sudah banyak).

Baca juga: Punya Rencana Beli Mobil, Lakukan Ini Saat Test Drive

Maksudnya, penetapan harga yang diberikan pada kendaraan sudah beserta biaya pengurusan kelengkapan surat-surat seperti Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) termasuk pajaknya.

Dengan begitu, pembeli tidak lagi dibebankan dengan proses dan biaya pengurusan dokumen jalan kendaraan bermotor, karena sudah ditangani oleh pihak ketiga atau dealer terkait.

Ilustrasi transaksi membeli mobil.Shutterstock/TZIDO SUN Ilustrasi transaksi membeli mobil.

Sementara harga off the road, merujuk pada nilai jual dari kendaraan itu sendiri tanpa adanya biaya pengurusan laik jalan seperti kelengkapan dokumen dan pajak.

Jodie O’tania, Director of Communications BMW Group Indonesia mengatakan, pemberian informasi terkait harga off the road itu tujuannya agar calon konsumen mengetahui harga asli mobil sebelum dikenakan pajak dan lain-lain.

“Lagipula, pajak masing-masing daerah itu berbeda, jadinya kita selalu pasang harga off the road saja supaya seragam,” ucap Jodie belum lama ini kepada Kompas.com.

Namun, meski konsumen kendaraan dengan status harga off the road, bukan berarti pemilik akan mengurus semua kelengkapan jalan mobil atau motor dilakukan sendiri.

Ilustrasi membeli mobil.SHUTTERSTOCK Ilustrasi membeli mobil.

Baca juga: Mitos atau Fakta, BBM Kualitas Rendah Memperpendek Usia Busi?

Calon konsumen bisa meminta bantuan tenaga penjual dari dealer dengan biaya yang sudah disesuaikan dengan besaran pajak wilayah masing-masing.

Sebagai informasi, beberapa dokumen yang harus diurus antara lain, registrasi di kantor Samsat sesuai domisili, mengurus Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB), cek fisik kendaraan hingga penerbitan BPKB dan STNK.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.