Kompas.com - 10/01/2022, 10:02 WIB
TVS Ntorq 125 Foto: KOMPAS.com/GilangTVS Ntorq 125

JAKARTA, KOMPAS.com - Skutik entry level 110cc-125cc merupakan pasar paling gemuk di Indonesia. Tak salah jika banyak pabrikan yang terjun di segmen ini salah satunya TVS lewat TVS Ntorq 125.

Di awal tahun baru 2022, Kompas.com menjajal TVS Ntorq 125. Merasakan bagaimana skutik asal India yang sudah dirakit di pabrik TVS di Indonesia itu diajak beraktivitas sehari hari.

Mengenai desain dan fitur sudah dibahas di tulisan lalu. Kali ini Kompas.com akan fokus pada rasa berkendara motor yang dibanderol Rp 19,2 juta on the road (OTR) Jakarta tersebut.

Baca juga: Kejadian Pemotor Terjun, Flyover Pesing Dilarang bagi Kendaraan Ini

TVS Notrq 125KOMPAS.com/Gilang TVS Notrq 125

Dimensi Ntorq 125 memiliki panjang 1.865 mm, lebar 710 mm dan tinggi 1.160 mm. Tinggi joknya tidak disebutkan rinci tapi buat pengendara dengan postur 168 cm masih bisa menapak dua kaki.

Saat Kompas.com mencoba duduk di jok terasa jok empuk. Tapi buat jok pengendara bagian ujungnya tidak terlalu lebar, jadi jangan samakan dengan jok maxi scooter.

Status skutik entry level terlihat dari dek yang rata. Ruang kaki cukup untuk mengakomodir dan dapat dengan mudah untuk menaruh galon air baik dalam posisi vertikal atau horizontal.

Baca juga: Pantauan Harga Bekas Mitsubishi Kuda per Awal Tahun 2022

TVS Ntorq 125KOMPAS.com/Gilang TVS Ntorq 125

Posisi setang cukup mudah diraih tangan. Lengan masih santai sedikit menekuk tidak terlalu lurus. Lebar setang juga sesuai karena pasti sudah dihitung oleh insinyur India.

Kunci kontak diputar dan starter dipencet, suara mesinnya termasuk "nge-bass" untuk skutik 125cc. Suaranya enak didengar karena mirip-mirip mesin 150cc.

Saat melaju setang terasa mantap cenderung terasa lebih berat ketimbang merek Jepang di kelas yang sama. Meski terasa sedikit berat tapi bukan suatu kekurangan memang karakter motornya.

Baca juga: Pantauan Harga Bekas Mitsubishi Kuda per Awal Tahun 2022

TVS Ntorq 125KOMPAS.com/Gilang TVS Ntorq 125

Mengenai tarikan dari bawah sampai tengah cukup jamak dan mesti mengurut gas. Adapun dari tengah ke putaran atas butuh waktu karena tenaga berjalan tersusun.

Melewati polisi tidur terasa suspensi depan empuk tapi untuk belakang lebih keras. Bukan berarti suspensi agak keras ini kekurangan tapi bisa jadi memang karakternya dibuat seperti itu.

Kaki-kaki memakai pelek 12 inci palang 10 model sporty. Ban depan tubeless 100/80 dan belakang 110/80. Saat diajak menikung motor cukup nyaman mengikuti gerak pengendara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.