Kompas.com - 10/01/2022, 09:12 WIB
Pengujian emisi dan performa Toyota Fortuner 2.4 VRZ Diesel Jakarta-Yogyakarta dalam acara Kompas Otomotif Challenge (KOC) 2021. KOMPAS.com/GilangPengujian emisi dan performa Toyota Fortuner 2.4 VRZ Diesel Jakarta-Yogyakarta dalam acara Kompas Otomotif Challenge (KOC) 2021.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil mesin diesel sempat banyak diminati di Indonesia karena sederetan keunggulannya. Salah satunya adalah konsumsi bahan bakarnya yang irit. Namun, kendaraan ini juga memiliki beberapa kekurangan.

Berbeda dengan beberapa tahun lalu, pilihan mobil dengan mesin diesel sekarang ini cukup terbatas. Banyak pabrikan yang lebih memilih untuk mengembangkan mesin bensin atau kendaraan ramah lingkungan.

Baca juga: Lelang Toyota Fortuner Tahun 2014, Limit Rp 200 Jutaan

Berikut ini beberapa kekurangan mobil bermesin diesel:

1. Akselerasi Lambat

Mobil dengan mesin diesel terkenal dengan torsi yang tinggi atau tarikan bawah yang bertenaga. Tapi, akselerasinya cenderung lebih lambat, karena karakter mesinnya menggunakan tipe mesin long stroke.

Ilustrasi Mesin Diesel.KompasOtomotif-donny apriliananda Ilustrasi Mesin Diesel.

“Tipe mesin ini mampu menghasilkan torsi yang lebih besar dari kebanyakan mesin bensin yang menggunakan mesin square,” kata Suparna, Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

2. Harus Rutin Ganti Filter Solar

Filter solar merupakan salah satu komponen penting yang perlu diperhatikan kondisinya agar performa mobil tetap terjaga. Komponen ini yang bertugas menyaring bahan bakar.

Baca juga: Toyota New Fortuner Mengaspal di Indonesia Pekan Depan

Jika filter solar tidak mampu berfungsi dengan baik, kotoran yang tidak tersaring akan masuk ke saluran common rail dan menyumbat suplai bahan bakar.

Ilustrasi filter solarebayimg.com Ilustrasi filter solar

"Filter solar biasanya diganti setiap 20.000 Km, itu juga tergantung dari pemakaian. Kadang ada yang baru sampai 15.000 Km lampu indikator sudah menyala," kata Hendrik, mekanik bengkel Nasmoco Solo.

Pemakaian bahan bakar solar dengan kualitas yang rendah juga dapat mempercepat penggantian filter solar. Dari yang biasanya tiap 15.000 km, mungkin bisa menjadi tiap 10.000 km.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.