Mabuk dan Tabrak Lari, Pengemudi Avanza Kena Amuk Massa di Cirebon

Kompas.com - 10/01/2022, 07:22 WIB
Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Cirebon Kota menunjukan kondisi mobil minibus merah marun F 1285 KS yang berada di kantor Urlaka, Minggu (9/1/2021). Mobil ini menjari barang bukti aksi kejar kejaran pasca menabrak sepeda motor di kawasan stadion Bima. MUHAMAD SYAHRI ROMDHONPetugas Satuan Lalu Lintas Polres Cirebon Kota menunjukan kondisi mobil minibus merah marun F 1285 KS yang berada di kantor Urlaka, Minggu (9/1/2021). Mobil ini menjari barang bukti aksi kejar kejaran pasca menabrak sepeda motor di kawasan stadion Bima.

JAKARTA, KOMPAS.com - Beredar di media sosial, video yang memperlihatkan aksi sejumlah pengendara sepeda motor mengejar pengemudi mobil di Jalur Utama Pantura, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (8/1/2022).

Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP Triyono Raharja menjelaskan, kejadian bermula saat pengemudi mobil melakukan keributan di Stadion Bima, Kota Cirebon, hingga membuat resah warga sekitar.

“Awalnya kendaraan itu mengamuk dan mengancam warga di shelter Stadion Bima. Karena masyarakat sedang ramai di sana, pengendara minibus melarikan diri. Di depan Stadion Bima, pengendara minibus menabrak roda dua, dan langsung kabur,” ucap Triyono kepada Kompas.com, Minggu (9/1/2022).

Baca juga: Kejadian Pemotor Terjun, Flyover Pesing Dilarang bagi Kendaraan Ini

Setelah menabrak roda dua, pengemudi mobil langsung kabur. Warga yang berada di sekitar tempat kejadian beramai-ramai melakukan pengejaran, bahkan sampai melempar beberapa barang ke arah mobil sambil berteriak meminta berhenti.

Karena kondisi jalan ramai, akhirnya mobil tak dapat bergerak melarikan diri.

“Informasi awal, setelah kita lakukan interogasi, pengendara minibus tersebut dalam pengaruh alkohol,” kata dia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Radar Cirebon (@radarcirebon)

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menegaskan, ketika berkendara dalam keadaan mabuk akan sangat berbahaya. Sebab, kendali penuh dirinya ada pada alkohol tersebut. Pengemudi menjadi tidak fokus, pandangan mata pun tidak terarah.

“Jangankan untuk mengontrol kendaraan, menjaga keseimbangan diri sendiri saja tidak bisa. Sehingga ketika pengemudi harus mengambil keputusan responnya akan sangat lambat,” ucap Sony.

Sony melanjutkan, berapapun kadar alkohol yang dikonsumsi, sedikit atau banyak akan tetap membuat pengemudi mabuk.

“Seharusnya pengemudi sadar dan mengambil keputusan untuk tidak berkendara. Ingat, saat mengemudi butuh kewaspadaan yang tinggi,” kata dia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.