Kompas.com - 29/12/2021, 09:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kegiatan bermain gawai atau ponsel saat berkendara masih menjadi suatu masalah tersendiri yang kerap dilakukan oleh masyarakat Indonesia.

Padahal, saat ini sudah banyak contoh dampak atas tingkah laku tersebut mulai dari kecelakaan ringan, diberikan sanksi pidana, hingga merenggut nyawa.

Mungkin aktivitas terkait terkesan sepele, namun studi mengatakan potensi bermain ponsel sambil berkendara lebih berbahaya dari membawa mobil di bawah pengaruh alkohol (dua botol bir).

Baca juga: Rambu Batas Kecepatan di Jalan Tol Bukan Hiasan, Wajib Ditaati

Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.(SHUTTERSTOCK)KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFAL Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.(SHUTTERSTOCK)

Oleh karena itu, sudah sewajarnya para pengendara harus menghilangkan kebiasaan buruk terkait. Petugas kepolisian pun perlu lebih tegas, seperti dikatakan Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu.

"Berdasarkan penelitian, bahaya bermain ponsel saat berkendara itu ialah empat kali lipat lebih besar dari seseorang yang sedang mabuk atau dalam pengaruh alkohol dengan dosis 2 botol bir,” katanya kepada Kompas.com belum lama ini.

"Jadi bisa dibayangkan, betapa bahayanya mengoperasikan atau bermain telepon genggam saat mengemudi,” lanjut Jusri.

Sebab ketika pengemudi bermain ponsel, mereka tidak lagi melihat jalanan sehingga sama seperti menutup mata. Sementara pengendara yang mabuk masih memperhatikan jalan walau pergerakannya kurang responsif.

Baca juga: Begini Cara Mengetahui Rekomendasi Jenis BBM dari Pabrikan

Jusri juga menyampaikan, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh institusi keselamatan berkendara di Inggris, sedikitnya ada tiga tipe penggunaan ponsel saat berkendara, meliputi:

- Texting dan membaca,
- Bicara di telepon tanpa wireless, dan
- Bicara dengan wireless.

"Dari ketiga perilaku tersebut memberikan kualitas konsentrasi yang buruk sekali ketika mengemudi. Mengganggu konsentrasi kita dan berpengaruh pada kemampuan persepsi dan motorik," ucapnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.