Kompas.com - 11/12/2021, 07:42 WIB
Ilustrasi produksi mobil di pabrik Daihatsu. KOMPAS.com / FEBRI ARDANIIlustrasi produksi mobil di pabrik Daihatsu.

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Sepanjang 2021, kabar tentang Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) ramai dibicarakan. Tentu berkat keputusan pemerintah menerapkan diskon PPnBM untuk sejumlah model mobil pada tahun ini.

Namun, di lapangan ternyata banyak calon atau konsumen pembeli mobil baru atau sepeda motor baru, belum paham apa yang dimaksud dengan PPnBM dan PPN.

Dari definisi, PPnBM merupakan pungutan tambahan setelah atau di samping Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Menilik pada Pasal 8 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009, besaran PPnBM ditetapkan paling rendah 10 persen dan paling tinggi 200 persen.

Lantas, apa yang membedakan PPN dengan PPnBM?

Merujuk Kompas.com, PPN dipungut pada tiap lini transaksi sejak awal barang keluar dari tempat produksi, lalu pada proses distribusi, selanjutnya pada transaksi penjual antar level, hingga sampai ke tangan konsumen.

 Baca juga: Harga Xpander dan Xpander Cross di Surabaya, Mulai Rp 250 Jutaan

Sementara itu, PPnBM hanya dipungut sekali saja, yakni pada saat impor barang kena pajak yang termasuk kategori mewah, atau penyerahan barang terkait yang dilakukan produsen dalam negeri.

Perbedaan lainnya yakni PPN merupakan pajak tidak langsung, karena dipotong saat transaksi dan ditanggung oleh konsumen atau pembeli.

Berbeda dengan PPnBM yang disetorkan oleh produsen atau pihak penjual alias jadi pajak langsung, karena besaran pajak penjualan tersebut nantinya dibebankan kepada konsumen atau pembeli dalam harga jual.

Ilustrasi produksi mobil Toyota Fortuner di pabrik TMMIN di Karawang, Jawa Barat.Istimewa Ilustrasi produksi mobil Toyota Fortuner di pabrik TMMIN di Karawang, Jawa Barat.

Selain itu, PPN dikenakan hampir di segala jenis produk yang diperjualbelikan. Sementara PPnBM dikenakan pada barang yang masuk kategori mewah  seperti mobil, perhiasan, pesawat udara, dan sejumlah barang mewah impor lainnya.

 Baca juga: Honda Stop Penjualan Civic Hatchback RS, Sisa 21 Unit di Indonesia

Secara umum, sebuah barang dapat dikatakan mewah dan bisa dikenai PPnBM apabila memenuhi salah satu unsur berikut ini:

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.