Truk Terbakar di Tol Madiun-Kertosono Disebabkan Pecah Ban Belakang

Kompas.com - 21/11/2021, 15:12 WIB
Truk bermuatan besi, cat, dan tiner dilaporkan terbakar di ruas jalan Tol Madiun-Kertosono atau KM 623.850 B, Sabtu (20/11/2021). Dok Polres MadiunTruk bermuatan besi, cat, dan tiner dilaporkan terbakar di ruas jalan Tol Madiun-Kertosono atau KM 623.850 B, Sabtu (20/11/2021).

MADIUN, KOMPAS.com - Terjadi kecelakaan tunggal truk muatan besi, cat, dan tiner di Tol Madiun-Kertosono, Sabtu (20/11/2021) pagi. Truk terguling lalu muncul kobaran api pada muatannya.

Menyitat Kompas.com, kecelakaan tersebut bermula saat truk melaju dari arah Surabaya mengalami pecah ban, tepatnya pada bagian belakang kanan. Usai ban pecah, pengemudi berusaha mengendalikan kendaraan tapi truk malah terguling ke sisi kiri.

Lantas api yang muncul dari muatan diduga akibat gesekan antar material besi ditambah muatan yang mudah terbakar seperti tiner dalam truk tersebut.

Baca juga: Tipe Mobil yang Dapat Diskon PPnBM Bertambah, Simak Daftarnya

Bagi para pengemudi truk, kejadian pecah ban memang jadi salah satu hal yang ditakuti. Sebab dimensi yang besar dan muatan yang berat membuat truk lebih sulit dikendalikan dibanding kendaraan lainnya ketika alami pecah ban.

Tekanan udara ban truktruckmagz.com Tekanan udara ban truk

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Ahmad Wildan mengatakan, ada prosedur penanganan ban truk pecah sehingga aman dan tidak merugikan pengguna jalan lain.

Dalam bimbingan teknis yang dibagikan Wildan beberapa waktu lalu, ada sejumlah prosedur yang harus diketahui pengemudi jika mengalami pecah ban.

Baca juga: Komparasi MPV Murah New Xenia dan New Xpander

Pertama adalah jangan mudah panik dan tetap berusaha mengendalikan kemudi. Kedua, jangan melakukan pengereman mendadak, menginjak kopling, maupun memindahkan gigi transmisi ke posisi netral.

Ketiga, lepaskan kaki dari pedal gas sehingga kecepatan berangsur-angsur turun karena mengandalkan engine brake, bukan akibat upaya pengereman. Dengan kata lain, kaki pengemudi harus membebaskan kaki dari semua pedal.

Terakhir, yakni berusaha mengarahkan truk ke lokasi yang aman untuk berhenti. Upayakan mencari lokasi dengan permukaan tanah datar. Jika sudah aman, pengemudi bisa mengganti ban atau menunggu bantuan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.