Banyak Pengemudi yang Masih Santai Potong Lajur di Tol

Kompas.com - 28/10/2021, 11:22 WIB
mobil asal potong lajur di jalan tol instagram.com/dashcam_owners_indonesiamobil asal potong lajur di jalan tol

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu hal yang kerap dilakukan oleh pengemudi di jalan tol adalah pindah lajur dengan tidak aman atau secara tiba-tiba.

Misalnya, ketika ada mobil dari lajur kanan tiba-tiba memotong sampai pintu keluar. Seperti video yang diunggah oleh akun Instagram Dashcam Owners Indonesia.

Dalam rekaman tersebut, terlihat mobil sedan berkelir hitam dari lajur kanan memaksa keluar pintu tol. Mobil yang berada di belakangnya sontak langsung melakukan pengereman mendadak.

Beruntung mobil yang berada tepat dibelakangnya sempat melakukan pengereman, sehingga tidak terjadi kecelakaan lalu lintas.

Baca juga: Pemenang Video Vokasi Siswa SMK Otomotif AHM

Menanggapi hal ini, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, pengemudi seperti itu tidak paham etika di jalan raya dan membahayakan orang lain. Sebab, menurutnya pengemudi tersebut berkendara dengan aturanya sendiri bukan berdasarkan aturan lalu lintas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kalau salah jalan, bisa berusahan berenti kalau aman atau keluar tol kemudian masuk lai di pintu tol selanjutnya,” ucap Sonny, beberapa waktu lalu saat dihubungi Kompas.com.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dash Cam Owners Indonesia (@dashcam_owners_indonesia)

Sony melanjutkan, memotong dengan alasan tanggung atau buru-buru sangat tidak disarankan. Kebanyakan orang juga beralasan tidak mengetahui wilayah sehingga kerap melakukan manuver berbahaya saat berkendara di jalan tol.

“Sebaiknya berkendara di lajur kiri, karena itu lanjur dengan kecepatan rendah di jalan tol, dan biasanya arah keluar ada di kiri. Sehingga ketika ragu menentukan arah tidak membahayakan kendaraan yang ada di belakangnya,” katanya.

Baca juga: Pakai BBM Berkualitas Tak Menjamin Mobil Lulus Uji Emisi

Sementara itu Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menambahkan, pengemudi yang melakukan aksi tersebut adalah pengendara yang berpengalaman namun tidak fokus saat mengemudi.

“Tahu-tahu dia baru sadar, harus keluar exit tol saat itu juga agar tidak kelewatan. Makanya langsung belok kiri. Bisa juga pengemudi tersebut tidak familiar dengan destinasinya, misalnya dari luar kota. Pengemudi ini menggunakan GPS, sehingga sering terlewat lajur keluarnya," kata Jusri.

Menurut Jusri, orang-orang yang seperti ini bisa menyebabkan kecelakaan di jalan tol.

“Manuver dengan langsung memotong banyak lajur di tol ini berbahaya, mengingat banyaknya kendaraan dengan kecepatan tinggi,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.