Pakai BBM Berkualitas Tak Menjamin Mobil Lulus Uji Emisi

Kompas.com - 27/10/2021, 19:41 WIB
Ilustrasi solar berkualitas dengan Dexlite. Dok. PertaminaIlustrasi solar berkualitas dengan Dexlite.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan memberlakukan penindakan terhadap seluruh kendaraan bermotor melalui tilang yang tidak lulus uji emisi mulai 13 November 2021.

Bila tidak lulus atau tak mengikuti uji emisi, sanksinya cukup menguras dompet. Mulai dari pengenaan tarif parkir tertingi sampai dengan denda tilang Rp 250.000 untuk motor dan Rp 500.000 untuk mobil.

Salah satu cara yang konon bisa dilakukan untuk bisa lulus uji emisi adalah dengan mengonsumsi bahan bakar berkualitas. Lantas benarkah hal tersebut?

Baca juga: Jakarta Masih Kekurangan Tempat Uji Emisi Kendaraan Bermotor

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna mengatakan, pengisian bahan bakar minyak (BBM) berkualitas pada mobil, tak menjamin hasil gas buang yang baik, walaupun usia mobil masih tergolong muda.

Menurut Suparna, ada banyak faktor yang menentukan emisi gas buang kendaraan, dan hal tersebut tak terlepas dari masalah perawatan pada kendaraan.

“Rutin melakukan perawatan berkala menjadi kunci, karena tidak semua akan dicek selain pergantian oli. Mulai dari kondisi filter udara, busi, kompresi mesin, apakah sudah ada yang waktunya diganti dan lain sebagainya,” ucap Suparna saat dihubungi Kompas.com.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sanksi uji emisi mobil dan motor mulai diterapkan Januari 2021DINAS LINGKUNGAN HIDUP DKI Sanksi uji emisi mobil dan motor mulai diterapkan Januari 2021

Selain itu, ada banyak keuntungan merawat kendaraan dengan rutin. Paling utama bisa menekan biaya karena komponennya lebih terjaga. Sehingga memiliki usia pakai yang lebih awet. Minimal bisa menekan kerusakan dini.

Hal senada juga diungkapkan oleh Head Product Improvement/EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Bambang Supriadi. Menurutnya, penentu gas buang kendaraan sangat kompleks, tidak bisa dilihat hanya dari BBM yang digunakan.

“Itu hanya salah satu faktor, jadi mesti pakai BBM yang sesuai aturan atau RON anjuran pabrik. Tapi jika tidak selaras dengan perawatan mesin ya sama saja. Hasil akhir sisa pembakaran bisa buruk,” ujarnya.

Baca juga: Pemilik Motor 2-Tak Lawas Pesimis Lolos Uji Emisi

Bambang melanjutkan, paling utama yang harus dicermati dari gas buang memang erat kaitannya dengan sisa hasil pembakaran. Namun dalam prosesnya ada banyak faktor yang mempengaruhi, bukan hanya kualitas BBM.

“Seperti filter udara yang kotor, otomatis suplai oksigen yang masuk ke ruang pembakaran berkurang. Kondisi itu membuat kadar bensin yang terbakar akan lebih banyak, itu termasuk tidak sempurna. Belum lagi dikaitkan dengan kebocoran lainnya,” kata dia.

Jadi, selain BBM tak kalah penting juga perawatan mobil. Selama rutin melakukan perawatan berkala dan isi BBM sesuai anjuran, tidak perlu khawatir meski (mobil) sudah dipakai lebih dari tiga tahun sekalipun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.