Curhat Joan Mir Perjuangan di Awal Karier, Tak Bisa Bayar Tim

Kompas.com - 17/10/2021, 12:01 WIB
Pebalap Suzuki Ecstar, Joan Mir, finis ketiga pada MotoGP Italia 2021 di Sirkuit Mugello, Minggu (30/5/2021). AFP/TIZIANA FABIPebalap Suzuki Ecstar, Joan Mir, finis ketiga pada MotoGP Italia 2021 di Sirkuit Mugello, Minggu (30/5/2021).
|

AUSTIN, KOMPAS.com - Juara Dunia MotoGP 2020 Joan Mir menceritakan awal karier balapnya yang penuh perjuangan. Saat remaja pebalap Spanyol itu tidak punya uang untuk mendapat tim.

Hal wajar jika di awal karier pebalap membayar tim. Meski pada akhirnya pebalap tersebut harus membuktikan dirinya memang pantas, karena kalau tidak akan diganti yang lain.

Baca juga: Lakukan Ini Saat Mengendarai Motor dan Terjadi Gempa

"Saya ingat bahwa ayah saya dan saya tidak punya uang untuk membayar tim di kejuaraan Spanyol," kata Mir mengutip Tuttomotoriweb.it, Sabtu (16/10/2021).

Joan Mir saat sesi latihan bebas di MotoGP Spanyol 2021. (Photo by PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP)PIERRE-PHILIPPE MARCOU Joan Mir saat sesi latihan bebas di MotoGP Spanyol 2021. (Photo by PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP)

"Saya harus membangun semuanya dari awal, berusaha memenangkan kejuaraan agar diperhatikan oleh tim lain dan bisa naik level. Saya tidak memiliki kemungkinan untuk membayar tim," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pebalap Suzuki Ecstar itu mengatakan harus bekerja keras untuk mencapai MotoGP. Sejak belia dia harus menunjukkan hasil terbaik karena tidak bisa bergantung pada uang.

Mir bahkan menjelaskan bahwa tekanan yang dirasakan setelah menjadi juara dunia MotoGP tidak lebih besar ketimbang tekanan di masa lalu saat merintis di awal.

"Tahun ini dikatakan bahwa saya memiliki banyak tekanan karena saya harus mempertahankan gelar, tetapi saya pikir saya memiliki banyak tekanan di masa lalu," katanya.

Baca juga: Dicangkok Turbocharger, Tenaga Kawasaki Ninja ZX-25R Tembus 57 tk

Joan Mir saat masih membalap di kelas Moto2 bersama tim Marc VDS.Motorsport Joan Mir saat masih membalap di kelas Moto2 bersama tim Marc VDS.

"Itu adalah tekanan, karena harapannya bukan yang terbaik, tetapi saya dipaksa untuk menang agar dapat dihubungi oleh beberapa tim dan menerima tawaran," katanya.

"Itu tidak menyenangkan, dalam balapan itu semua terlalu intens, tapi saya menikmati jalur pertumbuhan," kata Mir.

Tapi bukan maksud dia mengecilkan pencapaiannya di MotoGP, Mir mengatakan bangga dengan apa yang telah dicapai ketika melihat bagaimana dia meniti kesuksesan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.