Regulasi Konversi Motor Listrik Masih Disempurnakan

Kompas.com - 16/10/2021, 16:31 WIB
Konversi motor trail ke motor listrik oleh Mandhasia Garage Dok. Aditya - Mandhasia GarageKonversi motor trail ke motor listrik oleh Mandhasia Garage

JAKARTA, KOMPAS.com – Konversi motor konvensional menjadi listrik memang sudah mulai dilakukan. Beberapa bengkel juga sudah mulai menunjukkan kemampuan meraciknya. 

Soal regulasi, Kasubdit Uji Tipe Kendaraan Bermotor Direktorat Sarana Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Dewanto Purnacandra mengatakan, sampai sekarang baru ada dua sepeda motor yang mendaftar untuk disertifikasi oleh Kemenhub.

“Kedua motor ini milik Kementerian ESDM, digunakan untuk operasional. Dia punya bengkel P3TEK yang sudah tersertifikasi, rencananya tahun ini akan ada 100 unit yang akan diuji,” ucap Dewanto di Jakarta belum lama ini.

Baca juga: Tampang Toyota Avanza Veloz Generasi Baru Bocor, Begini Visualnya

Yamaha MX-King versi Malaysia alias Y15ZR dikonversi menjadi motor listrikDok. Twitter @HezeriSamsuri Yamaha MX-King versi Malaysia alias Y15ZR dikonversi menjadi motor listrik

Dewanto menjelaskan, setelah menguji dua motor tadi, ada beberapa hal yang perlu disempurnakan dari regulasi yang sudah dibuat. Jadi saat ini sedang disusun peraturan Dirjen yang lebih detail.

“Misalnya bisa dilakukan pengujian di luar balai Bekasi, misalnya seperti di bengkel nanti disertifikasi oleh Pemerintah. Kemudian ditambahkan juga Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT),” kata Dewanto.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adanya SRUT ini melengkapi PM 65 Tahun 2020 yang awalnya motor hasil konversi baru mendapatkan Sertifikat Uji Tipe (SUT). Ternyata untuk melakukan registrasi ulang di kepolisian, harus menyertakan SRUT.

Baca juga: Dipangkas, Tarif Uji Tipe Konversi Motor Listrik Cuma Rp 500.000

Motor listrik Budi Luhur-Sport Electric Vehicle 01 atau BL-SEV01Foto: Budi Luhur Motor listrik Budi Luhur-Sport Electric Vehicle 01 atau BL-SEV01

“Jadi nanti dapat SRUT juga untuk didaftarkan ulang di Polantas. Biaya pengujian juga kita usulkan menjadi hanya 10 persen dari biaya uji motor sepeda motor yang reguler,” ucapnya.

SUT dan SRUT juga digratiskan, mengingat konversi motor listrik ini dilakukan bukan untuk produk masal, melainkan perorangan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.