Lakukan Ini Saat Mengendarai Motor dan Terjadi Gempa

Kompas.com - 16/10/2021, 17:12 WIB
Proses evakuasi korban gempa di Kabupaten Bangli, Bali. Basarnas Bali Proses evakuasi korban gempa di Kabupaten Bangli, Bali.

BALI, KOMPAS.com - Sabtu (16/10/2021) dini hari tadi, tepatnya pukul 04.18 WITA, Bali diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,8. Pusat gempa berada di darat 8 kilometer arah barat laut Karangasem.

Dua kabupaten di Bali yang paling terdampak akibat gempa tersebut yakni Kabupaten Karangasem dan Bangli. Akibat gempa tersebut, timbul sejumlah korban jiwa dan kerugian materiil.

Bagi pengendara sepeda motor, apa tindakan yang harus dilakukan jika terjadi gempa kembali di lingkungan sekitarnya?

"Segera menepi, berhenti, dan turun dari sepeda motor," kata Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center (RDC), kepada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Diskon PPnBM Dihapus, Harga LCGC Tidak Murah Lagi

Ia menegaskan, pengendara perlu memastikan kondisi di sekitarnya tidak ada kendaraan bertonase besar seperti bus dan truk. Hal ini dilakukan guna menghindari risiko tertimpa kendaraan yang terguling akibat gempa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Marcell juga mengingatkan untuk berhenti dan turun dari motor di lokasi yang jauh dari objek berbahaya, seperti pohon, tiang listrik, baliho, tebing, dan jembatan.

Tiang listrik roboh dan hampir jatuh ke jalan di Jalan Raya Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (21/10/2019).Kompas.com/BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJAR Tiang listrik roboh dan hampir jatuh ke jalan di Jalan Raya Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (21/10/2019).

Lantas bagaimana jika gempa terjadi saat sedang berkendara di lokasi yang banyak terdapat objek-objek tersebut?

"Lanjutkan perjalanan dengan kecepatan rendah 10-20 km per jam (kpj) sampai ketemu area yang lapang dan aman untuk turun dari kendaraan," kata Marcell menjelaskan.

Baca juga: Avanza-Xenia RWD Mulai Setop Produksi?

Senada, Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani juga memberikan saran yang serupa jika sedang berkendara di lokasi yang banyak terdapat objek berbahaya saat gempa.

"Jika guncangan relatif kecil sehingga masih bisa melanjutkan perjalanan, tetap lanjutkan perjalanan sampai ketemu area yang aman. Tapi jika memang tidak memungkinkan segera turun dari kendaraan dan cari tempat berlindung," kata Agus.

Meski begitu, tidak disarankan melanjutkan berkendara jika guncangan gempa membuat laju kendaraan tidak stabil. Jangan memaksakan diri berkendara dan lebih baik segera menyelamatkan diri dengan berjalan kaki.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.