Tips Rem Mendadak Saat Kecepatan Tinggi bagi Pengendara Sepeda Motor

Kompas.com - 16/08/2021, 11:12 WIB
Mengerem sepeda motor ada teorinya. mpm-motor.co.idMengerem sepeda motor ada teorinya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Cara mengerem saat mengendarai sepeda motor pada kecepatan rendah dan kencang berbeda, sehingga ketika mengerem butuh teknik yang tepat. Jika tidak, motor justru bisa terus melaju dan berakibat fatal.

Namun bagaimana jika terjadi hal yang tidak dapat diprediksi dan mengharuskan pengendara sepeda motor melakukan pengereman mendadak pada kecepatan tinggi?

Baca juga: Akhir Pekan, Ganjil-Genap di Jakarta Tetap Berlaku

Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk melakukan pengereman.

"Kalau menggunakan motor kopling tentu saja yang harus dilakukan yakni melakukan tindakan pengereman dengan menekan kedua rem secara bersamaan. Setelah motor akan berhenti baru tarik kopling," kata Agus kepada Kompas.com, Minggu (15/8/2021).

Ilustrasi berkendaraOtomania/Setyo Adi Ilustrasi berkendara

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kopling tidak digunakan sebelum melakukan pengereman. Hal ini dimaksudkan agar mesin dapat membatu pengereman melalui engine brake agarkerja rem tidak terlalu berat.

Baca juga: Bunyikan Sirene dan Minta Jalan, Sopir Ambulans Ini Dikritik Warganet

"Kemudian jika menggunakan sepeda motor matik, pengereman yang harus dilakukan yakni menggunakan kedua rem secara bersamaan. Penggunaan rem depan dioperasikan dengan tekanan lebih kuat apabila jalan dalam kondisi baik," kata dia.

Penggunaan rem depan akan lebih efektif dalam menghentikan laju kendaraan apalagi yang sudah menggunakan disk brake atau cakram.

Sedangkan jika menggunakannya terlalu kuat di jalan yang tidak bagus maka sepeda motor dapat tergelincir.

Sistem pengereman Honda CBR 500 R menggunakan fitur ABSSetyo Adi/Otomania Sistem pengereman Honda CBR 500 R menggunakan fitur ABS

"Jika misal di jalan raya dalam kecepatan tinggi kemudian ada objek yang jarak pengeremannya terlalu dekat, selain melakukan tidakan pengereman yang sudah dianjurkan, jika lajur kiri atau kanan sepi segera lakukan manuver untuk menghindari kecelakaan." kata Agus.

Baca juga: Ganti Warna Pelat Nomor Kendaraan, Berapa Biayanya?

Jika memang sudah tidak sampai atau tidak dapat dan harus menabrak, Agus menyarankan untuk melepas kendaraan. Hal ini dilakukan jika kondisi darurat, jika kendaraan dapat dikontrol maka hal ini tidak perlu dilakukan.

"Makanya sangat penting ketika kita berkendara itu pandangan harus melihat jauh ke depan. Supaya kita bisa mengantisipasi setiap potensi bahaya yang ada." ucap Agus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.