Lebih Baik Mana, Ban Kurang Tekanan Udara atau Kelebihan Udara?

Kompas.com - 14/05/2021, 09:15 WIB
Perhatikan isi garasi, khususnya mobil Anda. Periksa tekanan udara ban mobil Anda dan sesuaikan dengan ketentuan yang biasa diletakkan di pintu mobil. Ban dengan isi yang ideal mampu menghemat penggunaan bahan bakar. huffingtonpost.comPerhatikan isi garasi, khususnya mobil Anda. Periksa tekanan udara ban mobil Anda dan sesuaikan dengan ketentuan yang biasa diletakkan di pintu mobil. Ban dengan isi yang ideal mampu menghemat penggunaan bahan bakar.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ban merupakan komponen penting pada mobil untuk menunjang berbagai aspek. Bukan hanya sebagai alat penggerak, ban juga berfungsi sebagai penunjang performa, handling, kenyamanan, dan menahan beban kendaraan.

Untuk itu diperlukan perhatian lebih terhadap tekanan ban kendaraan agar lebih nyaman saat berkendara.

Selain itu, tekanan angin pada ban juga mempengaruhi konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan oleh kendaraan.

Baca juga: Ban Masih Bagus Walaupun Sudah 5 Tahun, Tapi Amankah Dipakai?

Sampai saat ini masih banyak orang yang mempertanyakan tentang pengaruh tekanan angin ban terhadap efisiensi penggunaan bahan bakar kendaraan pada saat berkendara.

Customer Engineering Support Michelin Indonesia, Muhammad Fachrul Rozi menjelaskan, sebenarnya ada hubungannya tekanan ban terhadap efisiensi penggunaan bahan bakar.

Ilustrasi ban mobilKOMPAS.com/Ruly Ilustrasi ban mobil

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Perlu diketahui, 20 persen konsumsi BBM yang dipakai pada kendaraan ada pada ban. Itu dalam kondisi ban tekanan udaranya normal atau sesuai dengan rekomendasi pabrikan," kata Rozi kepada kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Berapa Lama Waktu yang Ideal Panaskan Mesin Mobil?

Jika tekanan udara pada ban kurang, maka kerja mesin akan lebih berat dan mengakibatkan konsumsi bahan bakar juga akan semakin banyak.

Sedangkan jika tekanan angin sesuai dengan rekomendasi maka akan membuat ban bekerja maksimal dan lebih efisien.

Pengecekan tekanan ban harus dilakukan setidaknya dua minggu sekali atau satu bulan sekali. Karena pada dasarnya tekanan angin ban secara alami akan mengalami pengurangan sekitar 1-2 psi setiap bulan tanpa terpengaruh jenis udara yang digunakan.

stiker tekanan udaraKompas.com/Fathan Radityasani stiker tekanan udara

Selain itu, tekanan udara ban yang kurang dapat menimbulkan potensi ban pecah. Kebanyakan kejadian pecah ban di jalan tol terjadi karena kurangnya tekanan udara bukan karena kelebihan. 

Baca juga: Doohan Bela Marc Marquez, Sebut yang Doyan Kritik Jalang

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X