Pergerakan Arus Balik Larangan Mudik Diprediksi pada 16 Mei 2021

Kompas.com - 13/05/2021, 09:11 WIB
Petugas Kepolisian menghalau pemudik motor yang melawan arus untuk menghindari posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021). Pada H-3 jelang Hari Raya Idul Fitri 1422 H petugas gabungan dari TNI,Polri, Dishub dan Satpol PP memperketat penjagaan pemudik di perbatasan Kabupaten Bekasi dan Karawang. ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAHPetugas Kepolisian menghalau pemudik motor yang melawan arus untuk menghindari posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021). Pada H-3 jelang Hari Raya Idul Fitri 1422 H petugas gabungan dari TNI,Polri, Dishub dan Satpol PP memperketat penjagaan pemudik di perbatasan Kabupaten Bekasi dan Karawang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski mudik dilarang, namun pemerintah tetap memprediksi adanya peningkatan pergerakan masyarakat usai Lebaran, atau yang dulu kerap disebut sebagai arus balik mudik.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, peningkatan pergerakan masyarakat setelah Lebaran diperkirakan terjadi pada Minggu (16/5/2021) atau H+2. Karena itu, Budi mengimbau masyarakat tak melakukan perjalanan pada hari yang sama.

"Ada preferensi masyarakat untuk melakukan pergerakan pada hari Minggu tangal 16 Mei 2021. Untuk itu saya minta kepada masyarakat agar tidak melakukan perjalanan di tanggal yang sama, karena hari itu pasti ada suatu konsentrasi," ucap Budi dalam keterangan resminya, Rabu (12/5/2021).

Baca juga: Antisipasi Arus Balik Mudik, Polisi Siapkan Berbagai Rekayasa

Guna mengantisipasi lonjakan arus balik atau pergerakan usai Lebaran, Budi mengingatkan kepada para petugas di lapangan untuk tetap mempertahankan konsistensi dalam bertugas melakukan penyekatan sampai masa peniadaan mudik selesai.

Pemudik sepeda motor terjebak kemacetan saat melintasi posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (11/5/2021) dini hari. Petugas gabungan memutar balikan ribuan pemudik yang melintasi pos penyekatan perbatasan Bekasi -Karawang, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/pras.WAHYU PUTRO A Pemudik sepeda motor terjebak kemacetan saat melintasi posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (11/5/2021) dini hari. Petugas gabungan memutar balikan ribuan pemudik yang melintasi pos penyekatan perbatasan Bekasi -Karawang, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/pras.

Budi juga menengaskan bila tantangan terbesar nanti masih pada sektor transportasi darat dibandingkan moda lainnya. Hal tersebut karena potensi masyarakat yang ingin mudik terlihat sangat tinggi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari beberapa informasi yang beredar, beberapa waktu lalu sampai dengan H-2 Lebaran, para pemudik yang menggunakan sepeda motor bahkan sempat menerobos barikade penyekatan.

"Oleh karenanya, effort yang dilakukan rekan-rekan petugas di lapangan baik dari TNI, Polri, Dishub, KKP, Satgas, dan unsur terkait lainnya adalah suatu hal yang luar biasa. Kesabaran para petugas dalam menangani masyarakat pengguna transportasi darat pun sudah dilakukan dengan baik," kata Budi.

Baca juga: 4 Alasan Sepeda Motor Masih Jadi Idola buat Dipakai Mudik

Lebih lanjut, Budi menjelaskan, sampai dengan hari ketujuh masa peniadaan mudik, telah terjadi penurunan pergerakan manusia yang signifikan pada semua sektor, baik darat, laut, udara, dan kereta api, dengan kisaran 70-90 persen dibanding periode sebelum masa peniadaan mudik.

Penyekatan Mudik di CikampekJASA MARGA Penyekatan Mudik di Cikampek

"Kami apresiasi masyarakat yang telah memahami maksud dan tujuan pemerintah melakukan peniadan mudik, sehingga akhirnya mengurungkan niat untuk melakukan perjalanan mudik tahun ini," ucap Budi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X