Ini Kebiasaan Buruk yang Merusak Transmisi Mobil Manual

Kompas.com - 27/02/2021, 08:02 WIB
Mitsubishi Xpander Black Edition hadir dalam dua varian transmisi yakni manual dan AT. Mitsubishi menawarkan dua pilihan warna yakni quartz white pearl dan jet black mica. Xpander Black Edition dibanderol Rp 257,1 juta untuk transmisi manual dan Rp 267,5 juta untuk varian AT
APHIT McKleinMitsubishi Xpander Black Edition hadir dalam dua varian transmisi yakni manual dan AT. Mitsubishi menawarkan dua pilihan warna yakni quartz white pearl dan jet black mica. Xpander Black Edition dibanderol Rp 257,1 juta untuk transmisi manual dan Rp 267,5 juta untuk varian AT

JAKARTA, KOMPAS.comMobil dengan transmisi manual masih menjadi pilihan ketika orang ingin membeli mobil. Biasanya memilih transmisi manual karena perawatannya yang dianggap lebih mudah dan harganya yang relatif lebih murah.

Selain itu, mobil dengan transmisi manual juga sering dikatakan cocok untuk orang yang pertama kali mengemudi. Karena lewat mobil manual, pengemudi belajar mengontrol laju kendaraan serta karakter mesinnya.

Namun, dilansir dari buku “Teori dan Reparasi Sistem Pemindah Tenaga” karangan Wuyung Setyono dan Daryanto, ada beberapa kebiasaan buruk pengemudi mobil transmisi manual yang ternyata malah merusak gearbox mobil tersebut.

Baca juga: Aturan Batasan Mobil 10 Tahun Berimbas Langsung ke Pasar Mobil Bekas

Posisi kaki kiri tengah menginjak kopling saat mengendarai mobil bertransmisi manual.Youtube/Maxresdefault Posisi kaki kiri tengah menginjak kopling saat mengendarai mobil bertransmisi manual.

Pertama adalah tidak menetralkan transmisi ketika berhenti di lampu merah. Selain membuat kaki kiri pegal menahan kopling, membiarkan gigi transmisi masuk ketika mobil diam ternyata bisa merusak transmisi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kedua yakni mengistirahatkan tangan pada tuas transmisi. Tuas transmisi sebaiknya hanya dipegang saat ingin mengganti gigi, jika mengistirahatkan tangan di situ, bisa merusak transmisi serta respon kemudi yang lebih lambat karena hanya dengan satu tangan.

Ketiga, ketika mengemudi, kaki kiri tetap menginjak kopling. Hal ini mungkin lebih dikenal dengan setengah kopling, membuat disk kopling cepat aus sehingga menyebabkan kerusakan atau kegagalan sistem kopling.

Baca juga: Indonesia Jadi Kontributor Utama Penjualan Pajero Sport di Dunia

Keempat, yakni berakselerasi di rpm rendah. Hal ini dilakukan oleh orang yang malas menurunkan giginya dan memaksa memakai gigi tinggi di kecepatan rendah. Akselerasi di rpm rendah ini akan memaksa mesin untuk menyeret beban lebih berat.

Terakhir yaitu mengistirahatkan kaki di pedal kopling. Walaupun tidak ditekan, hanya ditempel saja kaki kiri ke pedal kopling, tentunya bisa membuat kampas kopling lebih cepat aus bahkan gearbox jadi cepat rusak.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X