Innova dan Xpander Bisa Ekspor ke Australia, tetapi Harus Euro4

Kompas.com - 01/02/2021, 07:22 WIB
Pabrik Mitsubishi di Indonesia. IstimewaPabrik Mitsubishi di Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.comKementerian Perdagangan RI tengah melakukan pendekatan ke sejumlah negara potensial untuk ekspor otomotif. Australia jadi salah satu negara tujuan ekspor karena sejumlah merek telah menghentikan produksi mereka dan hanya menjual kendaraan impor di sana.

Kondisi ini jadi peluang bagi pabrikan otomotif yang memproduksi mobil di Tanah Air untuk mengirimkan kendaraan ke Australia.

Selain ke Negeri Kanguru, Kementerian Perdagangan juga melakukan pendekatan untuk melakukan ekspor otomotif ke sebagian wilayah Eropa hingga Afrika.

Baca juga: Soal Tilang Elektronik; Tak Perlu Sidang, Denda Maksimal dan Uang Sisa Dikembalikan

Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia diparkir di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia diparkir di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

“Kita baru ratifikasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA)," ujar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, dalam konferensi virtual pada YouTube Kementerian Perdagangan yang dilansir pada Minggu (31/1/2021).

“IA-CEPA bisa dimanfaatkan untuk menggenjot orang Australia agar menggunakan Toyota Innova dan Mitsubishi Xpander buatan kita,” ucap Lutfi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, Lutfi mengatakan bahwa rencana tersebut belum bisa dilakukan dalam waktu dekat lantaran perbedaan standar emisi antara Indonesia dan Australia.

Baca juga: Porsche Tabrak LCGC, Jangan Pernah Kabur Bila Terlibat Kecelakaan

Jalur produksi Toyota All-New Kijang Innova di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indoneisa (TMMIN) di Karawang I, Senin (16/11/2015).Febri Ardani/KompasOtomotif Jalur produksi Toyota All-New Kijang Innova di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indoneisa (TMMIN) di Karawang I, Senin (16/11/2015).

“Kita belum siap karena ada beberapa hal yang penting. Salah satunya karena mobil yang diekspor merupakan standar kita, dan tingkat environmental tidak sama dengan Australia,” katanya.

“Mungkin setelah kita perbaiki sistem dari bahan bakar mobil ke Australia, yaitu dari Euro 2 jadi Euro 4,” ucap Lutfi.

Untuk diketahui, perjanjian kerja sama ekonomi IA-CEPA sudah ditandatangani sejak 2019. Lewat kebijakan ini, Indonesia bisa memperbesar peluang ekspor otomotif ke Australia.

Baca juga: Jangan Salah, Aki Mobil Bensin dan Diesel Tidak Sama

Pelepasan Ekspor Isuzu Traga oleh Management PT Isuzu Astra Motor Indonesia di Isuzu Karawang Plant dalam mendukung Ekspor dari Indonesia ke Pasar Global (4/12).Group Astra Pelepasan Ekspor Isuzu Traga oleh Management PT Isuzu Astra Motor Indonesia di Isuzu Karawang Plant dalam mendukung Ekspor dari Indonesia ke Pasar Global (4/12).

Selain itu, Indonesia juga telah melakukan perjanjian dagang European Free Trade Association (EFTA) yang bakal menyasar sebagian negara Eropa, seperti Islandia, Liechtenstein, Norwegia, dan Swiss.

Kemudian ada juga perjanjian kerja sama dagang yang tengah didorong ke Turki, Bangladesh, Tunisia, Iran, dan Maroko.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.