Trayek Bus AKAP yang Dipenuhi Bus Mewah, Medan – Aceh

Kompas.com - 01/02/2021, 08:22 WIB
Bus AKAP PO Putera Pelangi kba.oneBus AKAP PO Putera Pelangi

JAKARTA, KOMPAS.com – Membahas bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Indonesia memang tidak ada habisnya. Selain itu, saat ini bus AKAP yang ada juga semakin beragam model dan sasis yang digunakan, salah satunya tipe triple axle atau tronton.

Sasis tronton ini paling pas jika dipasangkan ke bus model Super High Deck (SHD), Ultra High Deck (UHD) dan double decker. Kemudian, sasis ini juga bisa dibilang mewah karena harganya yang fantastis, antara Rp 1,5 miliar sampai Rp 2 miliar, belum termasuk bodinya.

Membahas sasis tronton, ada satu trayek bus AKAP yang dipenuhi oleh sasis premium ini. Trayek tersebut berada di pulau Sumatera, lebih tepatnya MedanAceh.

Baca juga: Soal Tilang Elektronik; Tak Perlu Sidang, Denda Maksimal dan Uang Sisa Dikembalikan

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Robby Rotana Yulian (@robbyrotanayulian)

 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Anggota Forum Bismania Indonesia Asrul Arifin Siregar mengatakan, setidaknya ada lima PO bus dengan trayek Medan – Aceh yang menggunakan sasis tronton dari berbagai merek.

“PO Sempati Star ada yang memakai sasis Mercedes Benz OH 2542, Scania K410iB dan Volvo B11R. Lalu ada PO Kurnia pakai K410iB. PO Harapan Indah dengan OH 2542, PO Putra Pelangi dan PO JRG juga memakai OH 2542 dan K410iB,” ucap Asrul kepada Kompas.com, Minggu (31/1/2021).

Penggunaan sasis tronton yang bertenaga lebih dari 400 TK ini juga bukan tanpa alasan. Sasis ini bisa dipasang ke bodi bus tingkat atau maxi bus yang tentunya bisa mengangkut lebih banyak penumpang. Selain itu, kondisi jalannya juga mendukung.

Baca juga: Porsche Tabrak LCGC, Jangan Pernah Kabur Bila Terlibat Kecelakaan

“Jalurnya sepi dan jalannya juga mulus dan lebar. Oleh karena itu sasis tronton cocok di lajur ini,” kata Asrul.

Kemudian, bus dengan trayek Medan – Aceh ini juga kebanyakan menggunakan tameng atau pelindung kaca depan. Nampaknya di jalur tersebut, masih kerap terjadi aksi iseng warga yang melempar batu ke arah bus.

Dengan adanya tameng tersebut, setidaknya pengemudi terlindung dari lemparan batu. Walau kadang, masih ada yang melempar ke kaca samping bus dan memecahkannya, sehingga membahayakan penumpang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X