Hapus 8 Kebiasaan Buruk Wanita Ketika Berkendara

Kompas.com - 01/02/2021, 10:02 WIB
Ilustrasi berkendara mobil SHUTTERSTOCKIlustrasi berkendara mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak sedikit anggapan yang mengatakan bahwa wanita disebut lebih aman saat berkendara dibandingkan pria, tapi kemungkinan mendapat risiko kecelakaan kecil kerap terjadi. Terlebih lagi untuk kaum hawa yang baru bisa mengendarai mobil.

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, masa 18 bulan pertama sejak mengemudi wanita memiliki frekuensi lebih banyak mengalami kecelakaan kecil dibanding pria. Paling sering bisanya nyerempet.

Baca juga: Kasus Mobil Sengaja Terjang Genangan Air, Begini Etika Melewatinya

“Meski sifatnya kecil tetap saja merugikan. Contoh saat menyenggol kendaraan orang lain, pasti bukan mobil sendiri yang harus diperbaiki tetapi juga mobil orang lain yang diserempet,” ujar Jusri kepada Kompas.com, Minggu (31/1/2021).

Jusri menjelaskan, beberapa ciri pengemudi wanita yang gaya berkendaranya cukup membahayakan, baik untuk diri sendiri atau orang lain. Situasi ini perlu diketahui agar bisa diubah sampai dihapus kebiasaanya.

Mantap bermanuver di jalur luar kotaKompasOtomotif Mantap bermanuver di jalur luar kota

- Slower motions. Pada kondisi manuver, harus dilakukan dengan segera. Namun, perlakuan yang sering dilakukan wanita adalah pergerakan yang lambat.

- Mengerem mendadak atau suka-suka, tanpa disadari wanita sering melakukan ini mulai dari sedikit-sedikit angkat gas atau nginjak pedal rem ketimbang memelihara kecepatan yang konstan

- Sama dengan mengerem, ketika bermanuver atau ingin berbelok, kaum hawa juga kurang peduli dan cenderung suka-suka tanpa ada aba-aba untuk pengendara lain yang ada di belakangnya.

Baca juga: Modifikasi Jok Mobil, Perhatikan 7 Hal Ini

- Jarak badan dan lingkar pengemudi terlalu dekat. Suka menyetel posisi duduk yang dekat dengan kemudi, ada juga yang model multi tasker dengan satu tangan di lingkar kemudi satunya di tuas perseneling. Hal ini cukup berbahaya karena posisi yang benar adalah dua tangan harus berada di kemudi, agar saat terjadi sesuatu bisa merespon dengan cepat.

- Kalau menikung sudut lintasannya melebar, pada sudut U-Turns radius putarnya besar.

- Pandangan mata selalu fokus ke dapan, jarang yang memiliki kebiasaan mengecek kaca spion.

Ilustrasi wanita berkendara gunakan high heelswww.yourparkingspace.co.uk/ Ilustrasi wanita berkendara gunakan high heels

- Sering menggantungkan kaki kiri pada pedal kopling, sehingga setiap pergerakan pelan sering pedal kopling diinjak dengan membiarkan kendaraan meluncur free wheel, atau pada saat pengereman sebelum pedal rem di injak pedal kopling sudah terlebih dahulu diinjak.

- Menggunakan sepatu berhak kecil dan tinggi atau sering menyimpan sepatu di bawah jok pengemudi. Tanpa disadari hal ini bisa mengganggu pergerakan kaki, bahkan bila sepatu tergeser hingga ke bawah pedal bisa mengganggu pengereman hingga berdampak fatal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X