Ketahui Tiga Gaya Menikung yang Benar, Bukan Asal Miring

Kompas.com - 16/12/2020, 10:22 WIB
Saat menikung, sepeda motor terasa sangat stabil berkat setelan suspensi yang pas. JR for KompasOtomotifSaat menikung, sepeda motor terasa sangat stabil berkat setelan suspensi yang pas.

JAKARTA, KOMPAS.com – Aksi menikung yang dilakukan pebalap MotoGP sangat seru untuk dilihat. Pebalap memiringkan badannya dan motor pun ikut rebah sehingga berbelok dengan kecepatan tinggi.

Namun, gaya menikung tersebut memang cocok untuk di trek balap, bukan di jalan raya. Selain itu, ada juga gaya menikung lainnya yang cocok untuk dilakukan menyesuaikan dengan kondisi jalannya.

Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan, ada tiga gaya menikung yang perlu diketahui oleh pengendara motor yaitu, line with the bike, line in the bike, dan line out the bike.

Baca juga: Cara Mengatasi Mika Lampu Motor yang Mulai Kusam dan Menguning

Tips cara belok pakai motor trailFoto: Yamaha Indonesia Tips cara belok pakai motor trail

Line with the bike artinya pengendara sejajar dengan motornya. Gaya ini sangat umum digunakan di jalan raya karena kecepatannya yang tidak terlalu tinggi,” ucap Agus kepada Kompas.com, belum lama ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gaya kedua yaitu line in the bike, artinya postur tubuh pengendara lebih miring dibanding motornya. Gaya ini biasa dipakai pebalap di trek balapan aspal, dilakukan jika ingin menikung dengan kecepatan tinggi.

Line in the bike dilakukan karena kecepatan balapan di tikungan yang tinggi, sehingga pebalap harus merebah agar jalur balapnya tidak terlalu besar. Kemudian jika kecepatan tinggi tidak pakai gaya line in, motor akan terlalu melebar sehingga mengurangi catatan waktu,” kata Agus.

Baca juga: Ngecas Ponsel di Power Outlet Bisa Bikin Aki Kendaraan Cepat Soak?

ketiga yaitu line out the bike, gaya ini biasa digunakan saat berkendara motocross, trail dan sebagainya. Postur tubuh pengendara lebih tegak dari motornya. Berbeda dengan balapan di aspal, medan jalan motocross merupakan tanah yang tidak stabil.

“Khusus motocross, walau kecepatannya tinggi, kondisi trek dan motor yang digunakan tidak dapat melakukan gaya line in, jadi harus line out. Gaya line out lebih mengandalkan keseimbangan, bukan kecepatan,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.