Banyak Masyarakat Tidak Mudik, Kemenhub Tetap Siapkan Antisipasi

Kompas.com - 06/12/2020, 15:41 WIB
Sejumlah warga membawa barang bawaan menuju bis antar provinsi untuk mudik lebih awal di Terminal Bus Pakupatan, Serang, Banten, Kamis (23/4/2020). Meski pemerintah melarang mudik lebaran tahun 2020, sejumlah warga tetap pulang ke kampung halamannya sebelum puasa dengan alasan sudah tidak ada pekerjaan meski nantinya harus menjalani isolasi mandiri. ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMANSejumlah warga membawa barang bawaan menuju bis antar provinsi untuk mudik lebih awal di Terminal Bus Pakupatan, Serang, Banten, Kamis (23/4/2020). Meski pemerintah melarang mudik lebaran tahun 2020, sejumlah warga tetap pulang ke kampung halamannya sebelum puasa dengan alasan sudah tidak ada pekerjaan meski nantinya harus menjalani isolasi mandiri.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Secara berkala Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) melakukan survei kepada masyarakat untuk mengambil langkah antisipasi terhadap kelancaran perjalanan transportasi darat.

Dalam rangka menyambut libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Kemenhub mensurvei persepsi masyarakat untuk melakukan perjalanan pada periode tersebut.

Budi Setiyadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, mengatakan, dari hasil survei terhadap 1.634 orang ditemukan 73 persennya memilih untuk tidak mudik atau bepergian pada akhir tahun nanti.

Baca juga: Kemenhub Incar Mobil Pribadi yang Jadi Travel Gelap-

Kendaraan mengantre selepas pintu tol Gadog, Ciawi menuju jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/6). Antrean panjang terjadi akibat tingginya volume kendaraan warga Jabodetabek yang ingin mengisi libur Lebaran di jalur wisata Puncak, Bogor dan sekitarnya sehingga Polres Bogor memberlakukan sistem buka tutup satu arah untuk mengurai kepadatan. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/nz/17/pARIF FIRMANSYAH Kendaraan mengantre selepas pintu tol Gadog, Ciawi menuju jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/6). Antrean panjang terjadi akibat tingginya volume kendaraan warga Jabodetabek yang ingin mengisi libur Lebaran di jalur wisata Puncak, Bogor dan sekitarnya sehingga Polres Bogor memberlakukan sistem buka tutup satu arah untuk mengurai kepadatan. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/nz/17/p

“73 persen yang tidak ingin melakukan perjalanan ini beralasan terkait waktu libur yang dipangkas dan juga adanya pandemi Covid-19,” ujar Budi, dalam webinar (4/12/2020).

Adapun sekitar 27 persen masyarakat sisanya, tetap ingin melakukan perjalanan. Baik itu yang ingin liburan atau pulang ke kampung halaman.

Meski begitu untuk mengantisipasi kepadatan jalan dan lonjakan penumpang, Kemenhub telah berkoordinasi dengan sejumlah operator layanan angkutan publik.

Baca juga: Cedera Makin Parah, Marc Marquez Salahkan Tim Dokter Awal

Proses bongkar muat di Pelabuhan Merak, BantenIatimewa Proses bongkar muat di Pelabuhan Merak, Banten

“Untuk mengantisipasi lonjakan yang cukup besar, sudah disiapkan sekitar 50.317 unit bus dan 218 kapal penyeberangan untuk yang ingin melakukan perjalanan,” ucap Budi.

Budi juga mengatakan, pihaknya telah melakukan ramp check. Baik itu di terminal maupun di dermaga untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penumpang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X