Cara Lorena Logistik Bertahan di Masa Pandemi

Kompas.com - 01/10/2020, 17:01 WIB
Kendaraan berbagai jenis terjebak kemacetan panjang di jalan arteri pengganti Jalan Raya Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (15/03). Jalan alternatif yang diharapkan mampu mengatasi kemacetan di Jalan Raya Porong itu tidak mampu menampung jumlah kendaraan yang lewat,sehingga justru menimbulkan kemacetan hingga lebih 6 Km. bisnis.comKendaraan berbagai jenis terjebak kemacetan panjang di jalan arteri pengganti Jalan Raya Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (15/03). Jalan alternatif yang diharapkan mampu mengatasi kemacetan di Jalan Raya Porong itu tidak mampu menampung jumlah kendaraan yang lewat,sehingga justru menimbulkan kemacetan hingga lebih 6 Km.

JAKARTA, KOMPAS.com – Masa pandemi Covid-19 ini memang merupakan waktu sulit untuk berbagai sektor industri, termasuk bagi perusahaan logistik. Walaupun tetap boleh beroperasi, tetap mengalami kerugian.

Direktur PT Eka Sari Lorena Group, Eka Sari Lorena Soerbakti mengatakan, berdasarkan informasi yang ada, kemungkinan rata-rata perusahaan logistik hanya bisa bertahan antara tiga sampai enam bulan saja.

“Walaupun tentu ini tidak bisa disamaratakan, karena setiap perusahaan punya kemampuan untuk bertransformasi sehingga kemampuan bertahannya berbeda-beda,” ucap Eka dalam Logisly Online Media Session, Rabu (30/9/2020).

Baca juga: Jika Terjadi Kecelakaan Jangan Biasakan Menonton, Ini Alasannya

Pihak PT Jasa Marga (Persero) Tbk bekerja sama dengan instansi terkait mengadakan operasi kelebihan muatan bagi kendaraan dinjalan tol Jagorawi, Rabu (24/1/2018).Kompas.com/Setyo Adi Pihak PT Jasa Marga (Persero) Tbk bekerja sama dengan instansi terkait mengadakan operasi kelebihan muatan bagi kendaraan dinjalan tol Jagorawi, Rabu (24/1/2018).

Eka melanjutkan, cara bertahan di masa pandemi ini perusahaan logistik harus beradaptasi. Kita harus melihat apa yang kita punya, kejadian yang terjadi sekarang dan apa yang bisa diperbuat sekarang.

Pertama yaitu transformasi mengikuti dengan keadaan saat ini, seperti mengikuti protokol kesehatan, hal ini memang harus dilakukan. Eka mengatakan, inti dari transformasi yaitu efisiensi tanpa mengurangi kapasitas layanan.

“Kedua yaitu teknologi. Teknologi tentunya kunci penting di industri ini, bagaimana bisa tetap melayani pelanggan, memberikan pelayanan terbaik, mengontrol kinerja, merambah market yang lebih luas, dan share ekonomi dengan perusahaan lainnya,” kata Eka.

Baca juga: Barang Langka, Yamaha RX King Cobra 1983 Dijual Rp 125 Juta

Ketiga yaitu pada masa pandemi ini memiliki ketidakpastian yang tinggi, jadi butuh komunikasi yang lebih intens. Jadi bagaimana kita berkoordinasi, melakukan strategi, dan membuat strategi yang lebih solutif saat ini.

“Dulu biasanya saya komunikasi ke team sehari dua kali. Sekarang bukan perkara hari, tapi per jam, karena begitu banyak hal-hal yang perlu dikoordinasikan yang disebabkan ketidakpastian yang tinggi,” ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X