Diler Sepi Efek Wacana Relaksasi Pajak Mobil Baru

Kompas.com - 01/10/2020, 16:01 WIB
Mobil LCGC di GIIAS 2019. Kompas.com/DonnyMobil LCGC di GIIAS 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Belum lama ini Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengusulkan wacana pajak mobil baru nol persen. Stimulus ini diharapkan mampu menggerakan industri otomotif yang terpukul karena pandemi Covid-19.

Rencana pajak mobil baru sebesar nol persen pun langsung tersebar di tengah masyarakat. Kabarnya, mulai ada konsumen yang menunda pembelian sebelum kebijakan ini keluar hingga mengakibatkan diler mobil sepi pengunjung. Benarkah demikian?

Bussines Innovation & Marketing Sales Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy mengatakan, berdasarkan kondisi aktual memang ada penurunan konsumen yang mengunjungi diler saat ini.

Baca juga: 4 Motor Retro Klasik yang Dijual di Indonesia

“Tren booking secara online juga terlihat cukup melambat di minggu keempat bulan ini. Ini mungkin disebabkan berbagai faktor, termasuk PSBB dan juga wacana relaksasi pajak,” ujar Billy saat dihubungi Kompas.com, Kamis (1/9/2020).

Daihatsu Ayla R Deluxe AT 2020Dok. Humas Daihatsu/Rianto Prasetyo Daihatsu Ayla R Deluxe AT 2020

Billy mengaku, pihaknya hingga kini masih akan terus memonitor dan melakukan berbagai penawaran program penjualan, serta terus melakukan upaya untuk mempermudah konsumen dalam melakukan pemesanan secara online.

Baca juga: Spesifikasi Honda HNess CB350, Gaya Klasik Sarat Fitur Canggih

Hal berbeda diungkapkan oleh Division Head Martketing & Costumer Relation Astra International- Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Hendrayadi Lastiyoso. Menurutnya, hingga saat ini diler Daihatsu masih tetap terjadi pembelian oleh konsumen.

“Kemungkinan, karena mereka memang sangat membutuhkan kendaraan baru tersebut, sehingga mereka tetap melakukan pembelian saat ini,” kata Hendrayadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.