Jika Terjadi Kecelakaan Jangan Biasakan Menonton, Ini Alasannya

Kompas.com - 30/09/2020, 12:21 WIB
Suasana di lokasi usai kejadian kecelakaan yang menyebabkan dua orang meninggal dunia di jalan lintas timur Palembang-Ogan Ilir Sumatera Selatan Minggu (27/9/2020) sore pukul 17.00 WIB. KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNGSuasana di lokasi usai kejadian kecelakaan yang menyebabkan dua orang meninggal dunia di jalan lintas timur Palembang-Ogan Ilir Sumatera Selatan Minggu (27/9/2020) sore pukul 17.00 WIB.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Jika terjadi kecelakaan tak sedikit para pengendara lain yang melintas berhenti dan berkerumun di jalan. Sebagian mengambil foto atau video yang justru membuat macet.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, mengatakan, semestinya masyarakat lebih sadar bahwa tempat kejadian kecelakaan bukanlah tontonan.

Baca juga: Praktisi Sebut Naik Sepeda Motor di Indonesia Paling Berbahaya

Jika ingin membantu maka lalukan dengan cara yang benar. Misalnya mengamankan lokasi kejadian agar pengendara lain tidak terganggu. Segera menghubungi rumah sakit atau kepolisian.

Sebuah truk yang dikendarai oleh Ahmad Nurvendi terbalik karena diduga hilang kendali akibat ban belakang pecah. Kecelakaan itu terjadi di depan  Plaza Serpong Jalan Raya Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (26/9/2020) siang.dokumentasi Satlantas Polres Tangsel Sebuah truk yang dikendarai oleh Ahmad Nurvendi terbalik karena diduga hilang kendali akibat ban belakang pecah. Kecelakaan itu terjadi di depan Plaza Serpong Jalan Raya Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (26/9/2020) siang.

“Segera membagi tugas, mengamankan lokasi kecelakaan agar tidak terjadi kecelakaan berikutnya, menghubungi pihak-pihak kompeten, yakni kepolisian dan ambulans sehingga bisa melakukan pertolongan pertama dengan tepat,” ujar Jusri kepada Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Peraturan dan Penegakan Hukum Tak Cukup untuk Ciptakan Tertib Lalu Lintas

Jusri menilai, kebiasaan “ menonton kecelakaan” perlu diubah karena bertentangan dengan rasa kemanusiaan.

TKP kecelakaan motor antara pengemudi ojek online dan bus Laju Prima jurusan Magetan - Jakarta pada Rabu (28/2/2018) di flyover Pesing, Jakarta Barat.RIMA WAHYUNINGRUM TKP kecelakaan motor antara pengemudi ojek online dan bus Laju Prima jurusan Magetan - Jakarta pada Rabu (28/2/2018) di flyover Pesing, Jakarta Barat.

Salah satu cara meningkatkan kesadaran masyarakat yaitu melalui pelatihan atau kampanye terkait kesadaran berada di jalan raya. Termasuk pertolongan pertama pada korban kecelakaan. 

“Jadi apa yang dilakukan biasanya dilakukan prosedur-prosedur itu biasanya disosialisasi oleh perusahan-perusahaan multinasional dan pemerintah juga aktif menyosialisasikan,” tutur Jusri.

Kecelakaan

Dua pengendara motor mengalami sejumlah luka pasca terlibat dalam sebuah kecelakaan di Jalan Raya Fatmawati, Cilandak, Jakarta pada Rabu (23/9/2020).Dok. Istimewa Dua pengendara motor mengalami sejumlah luka pasca terlibat dalam sebuah kecelakaan di Jalan Raya Fatmawati, Cilandak, Jakarta pada Rabu (23/9/2020).

Mengendarai sepeda motor merupakan aktivitas yang menuntut keterampilan individual. Terlebih di Indonesia dengan tingkat kecelakaan lalu lintas yang tinggi.

Aan Mulia Pawarna, Trainer Director Global Defensive Driving Center (GDDC), bahkan menggambarkan bahwa berkendara di jalan raya Indonesia adalah tindakan paling berbahaya di muka bumi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X