Ternyata Merawat Airsus pada Mobil Itu Mudah

Kompas.com - 04/09/2020, 10:22 WIB
Sejumlah pengunjung saat acara pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (26/4/2018). Pameran yang akan berlangsung hingga 29 April 2018 itu diikuti pelaku industri otomotif Tanah Air dengan menampilkan produk unggulan. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGSejumlah pengunjung saat acara pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (26/4/2018). Pameran yang akan berlangsung hingga 29 April 2018 itu diikuti pelaku industri otomotif Tanah Air dengan menampilkan produk unggulan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Air suspension ( airsus) atau suspensi udara merupakan salah satu komponen yang kerap diandalkan ketika hendak memodifikasi mobil menjadi ceper.

Secara prinsip kerja sistem ini memanfaatkan udara bertekanan yang dimasukkan ke dalam balon agar bisa mengembang. Sehingga, mampu mengatur tinggi rendah ground clearance mobil.

Biasanya, air suspension bisa memendek 6-8 cm dan mengembang hingga 30 cm. Jadi, meskipun mobil telah menjadi ceper pemilik tetap bisa menggunakannya dalam keperluan harian.

Baca juga: Pasang Velocity Stack, Cara Mudah Tingkatkan Performa Motor Injeksi

Honda Civic The Arjuna, kaki-kaki rapat dengan air suspension dan pelek besar.Stanly/Otomania Honda Civic The Arjuna, kaki-kaki rapat dengan air suspension dan pelek besar.

Kendati demikian, airsus perlu perawatan rutin berupa membuang udara dan air di tangki penampungan supaya selalu dalam kondisi optimal.

"Selain memperhatikan instalasi dan komponen vitalnya terpasang dengan benar, air suspension perlu dirawat. Sangat mudah, tinggal kuras saja udara yang ada di dalam tabung dua atau tiga bulan sekali," kata Rifky Baskoro, punggawa Akasia Motor kepada Kompas.com.

Menurut Rifky, tujuan pengurasan tabung udara ini adalah untuk mengurangi adanya air atau uap air yang terjadi karena kondensasi udara di dalam tabung.

Baca juga: Dari Starko sampai GT Turbo, Begini Perjalanan Starlet di Indonesia

Air Suspension lansiran Revolt yang digunakan Suzuki Ertiga tipe GL tahun 2016.GridOto.com Air Suspension lansiran Revolt yang digunakan Suzuki Ertiga tipe GL tahun 2016.

"Jadi, udara yang ke balon-balon itu udara murni, tanpa kandungan air," kata Rifky.

Selain itu, pemilik juga perlu membersihkan kolong mobil secara berkala supaya balon karet dalam keadaan bersih dan tidak mudah rusak akibat kotoran di jalan.

"Kalau dibiarkan, bisa menyebabkan kerusakan serius. Air yang ada di dalam tangki dikhawatirkan masuk ke solenoid valve sehingga membuat aliran udara terganggu," jelas Arief Budiman, pemilik bengkel spesialis air suspension BRF Custom Works.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X