Ingat Lagi untuk Tutup Kaca Helm Saat Riding

Kompas.com - 09/08/2020, 09:41 WIB
Sejumlah warga menjajakan dagangannya berupa masker dan sarung tangan di pinggir jalan sebelum pemeriksaan petugas di Check Point saat PSBB Jabar diberlakukan, Rabu (6/5/2020). KOMPAS.COM/AGIE PERMADISejumlah warga menjajakan dagangannya berupa masker dan sarung tangan di pinggir jalan sebelum pemeriksaan petugas di Check Point saat PSBB Jabar diberlakukan, Rabu (6/5/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com – Salah satu komponen yang ada di helm yaitu kaca atau visor. Visor ini berfungsi untuk melindungi muka dari terpaan angin saat riding. Namun kadang visor helm disepelekan oleh penggunanya.

Saat riding di siang hari, pengendara jarang menutup visor helmnya karena merasa gerah. Jadi lebih memilih untuk membuka visor agar muka terkena terpaan angin. Padahal menutup visor helm bisa mencegah kecelakaan.

Trainer Yamaha Riding Academy On Road & Off Road, Setyo Suyarko mengatakan, saat riding sebaiknya visor ditutup untuk melindungi mata dari debu, sehingga penglihatan tidak terganggu.

Baca juga: Quartararo Mulai Belajar Pakai Holeshot Device di Tengah Balapan

Petugas kepolisian dari direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyosialisasikan penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk kendaraan roda dua atau motor di Simpang Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020). Untuk saat ini sistem ETLE untuk pengendara sepeda motor fokus pada penindakan tiga pelanggaran, yakni penggunaan helm, menerobos traffic light, dan melanggar marka jalan. Penerapan aturan tersebut telah resmi diberlakukan mulai Sabtu (1/2/2020).KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas kepolisian dari direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyosialisasikan penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk kendaraan roda dua atau motor di Simpang Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020). Untuk saat ini sistem ETLE untuk pengendara sepeda motor fokus pada penindakan tiga pelanggaran, yakni penggunaan helm, menerobos traffic light, dan melanggar marka jalan. Penerapan aturan tersebut telah resmi diberlakukan mulai Sabtu (1/2/2020).

“Jika penglihatan pengendara terganggu, bisa menimbulkan potensi bahaya. Menutup visor juga dapat mengurangi debu yang dihirup pengendara saat riding,” kata Setyo kepada Kompas.com, belum lama ini.

Kalau pengendara beralasan visor yang sudah buram karena baret-baret halus, sebaiknya menggantinya dengan yang baru. Sudah banyak toko helm yang menjual visor untuk mengganti kaca lama yang sudah baret.

“Kalau visor kotor juga sebaiknya dibersihkan dulu sebelum digunakan. Helm merupakan pelindung bagian vital pada manusia, disarankan untuk merawat helm dengan baik,” ucap Setyo.

Baca juga: Sebelum Komersial, Pindad Pasarkan Maung ke Instansi Pemerintahan

Biasakan saat riding menggunakan helm dalam kondisi yang bersih, selain nyaman, juga lebih aman kalau visor bersih. Visor yang bersih membuat pengendara bisa melihat dengan lebih jelas sehingga mudah menganalisa bahaya di jalan.

Head of Safety Riding Promotion Wahana, Agus Sani mengatakan, menutup visor saat hujan dapat membantu mencegah air langsung mengenai muka pengendara.

Manfaat pakai intercom helm untuk pemotorGridOto Manfaat pakai intercom helm untuk pemotor

Kaca helm juga membantu saat hujan karena mencegah air masuk dan mengganggu pandangan. Jika air masuk, pengendara bisa kehilangan konsentrasi, dan itu bisa bahaya,” ucap Agus kepada Kompas.com.

Agus mengatakan, visor boleh saja dibuka atau ditutup ketika motor sedang berhenti, tergantung kebiasaan dari pengendaranya. Namun ketika kembali berjalan, sebaiknya visor ditutup agar aman tidak terganggu debu dari luar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X