Sebelum Komersial, Pindad Pasarkan Maung ke Instansi Pemerintahan

Kompas.com - 08/08/2020, 07:22 WIB
Prototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPrototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain untuk militer, PT Pindad (Persero) memang sudah berencana mengkomersialkan Maung menjadi beberapa varian. Namun, sebelum melangkah ke versi sipil alias komersial, perusahaan Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) itu akan memproduksi untuk instansi pemerintah non-militer.

Windhu Paramarta, Vice President Inovasi PT Pindad, mengatakan, setelah memenuhi permintaan untuk militer, pihaknya akan langsung mengarap Maung versi komersial untuk kebutuhan intansi-intansi pemerintahan.

"Jadi setelah versi militer, kami akan coba langsung untuk non-militer. Komersialnya di sini belum untuk sipil dulu, tapi ke instansi pemerintah karena sudah banyak juga yang menanyakan," ucap Windhu kepada Kompas.com beberapa hari lalu.

Baca juga: Simak Daftar Harga SUV Murah per Agustus 2020, Banderol XL-7 Naik

Menurut Windhu, ada beberapa instansi pemerintah daerah dan BUMN  yang mulai menanyakan apakah Maung bisa untuk dijadikan mobil dinas. Melihat peluang tersebut, maka arah pengembangan selanjutnya akan ke arah sana.

Prototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Prototipe kendaraan taktis (rantis) Maung 4x4 produksi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7/2020). Kendaraan ini digunakan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan rencananya akan diproduksi secara massal.

Pertimbangan tersebut juga tak lepas dikarenakan masalah pasarnya yang sudah jelas. Sementara untuk Maung versi sipil, tetap akan dilakukan hanya saja memang masih dalam proses diskusi dan sebagainya.

"Kami kan sudah masuk ke industrialisasi, di dalamnnya juga melibatkan industri otomotif yang ada, dari situ kami dapat inside memang untuk jadi kendaraan sipil prosesnya cukup panjang. Karena itu, akhirnya kami melihat pasar yang sudah ada dulu," ujar Windhu.

Baca juga: Maung Pindad untuk Sipil Dijual Lebih Murah dari Versi Militer

Sementara itu, Direktur Strategis PT Pindad Rizka Putranto, juga ikut menjelaskan bila Maung masuk ke jajaran instansi pemerintahan pasarnya memang sudah cukup luas.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Mengenal Kendaraan Taktis "Maung" Pindad

Mulai dari BUMN, tingkat Bupati, Wali Kota, Gubernur, sampai level-level seperti Kepala Dinas. Namun untuk saat ini memang keran pemesanannya belum dibuka.

"Kalau permintaannya memang belum kami buka karena kami juga sedang sizing. Hitungannya itu mudah, tinggal dilihat saja ada berapa kabupaten kota lalu dikali dua misalnya untuk gubernur dan wakilnya, sudah kelihatan angkanya," kata Rizka.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X