Tak Ada Larangan Mudik, Kemenhub Antisipasi Libur Idul Adha

Kompas.com - 29/07/2020, 08:02 WIB
Kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati Tol Semarang-Solo, Jawa Tengah, Jumat (31/5/2019). Volume arus mudik dari arah Jakarta yang memasuki Gerbang Tol Bawen-Salatiga menuju ke sejumlah wilayah di Jateng dan Jatim pada H-5 siang hari terpantau padat merayap. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOKendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati Tol Semarang-Solo, Jawa Tengah, Jumat (31/5/2019). Volume arus mudik dari arah Jakarta yang memasuki Gerbang Tol Bawen-Salatiga menuju ke sejumlah wilayah di Jateng dan Jatim pada H-5 siang hari terpantau padat merayap.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski pandemi Covid-19 masih mengancam, namun dipastikan Idul Adha, Jumat (31/7/2020), tidak ada pelarangan mudik dari pemerintah. Kepastian itu disampaikan baik dari kepolisian,  juga disampaikan Menteri Perhubungan ( Menhub) Budi Karya Sumadi.

Budi menjelaskan tidak ada kebijakan pelarangan mudik seperti pada Idul Fitri lalu. Karena itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhun) sudah melakukan langkah antisipasi terjadinya kepadatan lalu lintas serta lonjakan penumpang transportasi umum.

"Kami telah lakukan antisipasi di simpul-simpul transportasi, di jalan-jalan nasional dan tol, dan di daerah wisata yang diprediksi akan terjadi peningkatan arus kendaraan karena long weekend, mulai Jumat, Sabtu, dan Minggu," ujar Budi dalam keterangan resminya, Selasa (28/7/2020).

Baca juga: Arus Mudik Idul Adha Diprediksi Ramai, Polisi Siapkan Pengamanan

Budi mengatakan, pihaknya juga telah meminta pihak operator transportasi umum untuk bersama-sama menciptakan suasanan yang aman dan produktif. Hal ini juga berarti transportasi yang berkeselamatan dan berkesehatan, mulai dari area keberangkatan, dalam perjalanan, hingga di tujuan.

Calon penumpang bersiap naik bus di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (24/4/2020). Presiden RI Joko Widodo memutuskan untuk melarang mudik lebaran 2020 di tengah pandemi COVID-19 mulai 24 April guna mencegah perluasan penyebaran COVID-19 di wilayah Indonesia.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Calon penumpang bersiap naik bus di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (24/4/2020). Presiden RI Joko Widodo memutuskan untuk melarang mudik lebaran 2020 di tengah pandemi COVID-19 mulai 24 April guna mencegah perluasan penyebaran COVID-19 di wilayah Indonesia.

Kemenhub juga mengklaim sudah berkomitmen dengan jajaran pemangku kepentingan di sektor transportasi untuk menyediakan sarana yang aman dan sehat untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Sementara terkait dengan kriteria dan persayratan perjalanan orang, Budi mengatakan masih mengacu pada Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 9 Tahun 2020.

"Kami berupaya membangun kepercayaan masyarakat agar merasa percaya diri menggunakan transportasi publik. Beberapa waktu lalu saya sempat meninjau sejumlah simpul transportasi di Jakarta, Tangerang, Merak, Solo, Jogja dan penerapan protokol kesehatannya cukup baik," ucap Menhub.

Baca juga: Polisi Sebut Tak Ada Larangan Mudik Idul Adha

Budi mengimbau masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan pada saat menggunakan transportasi publik.

Kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol jakarta-cikampek di Cikampek, Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). Sistem satu arah atau one way mulai diterapkan di jalan tol Jakarta-Cikampek hingga tol Batang-Semarang di Jawa Tengah pada H-6 Lebaran 2019, Kamis (30/5).KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol jakarta-cikampek di Cikampek, Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). Sistem satu arah atau one way mulai diterapkan di jalan tol Jakarta-Cikampek hingga tol Batang-Semarang di Jawa Tengah pada H-6 Lebaran 2019, Kamis (30/5).

 

Protokol kesehatan yang perlu dijalankan adalah memakai masker dan pelindung wajah (faceshield), menjaga jarak, sering mencuci tangan atau hand sanitizer, memastikan telah melakukan rapid test/PCR dengan hasil non reaktif atau negatif untuk transportasi umum.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X