Uji Renault Triber Dipakai Jadi Mobil Harian

Kompas.com - 16/07/2020, 18:41 WIB
Kompas.com menguji Renault Triber Kompas.comKompas.com menguji Renault Triber
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Maxindo Renault Indonesia (MRI) mulai melakukan proses distribusi unit Renault Triber yang didatangkan utuh dari India ke sejumlah jaringan dilernya di Tanah Air.

Sedikitnya terdapat tiga varian dari mobil keluarga murah dengan konfigurasi penumpang 5+2 ini, yaitu RXL, RXT, dan RXZ. Pembeda paling jelas terdapat pada fitur dan beberapa detail di bagian eksterior serta interior.

Sebagai pendatang baru di segmen paling gemuk, low multi purpose vehicle (LMPV), Triber menyajikan berbagai keunikan. Tak hanya prihal tampang dan nuansa kabin, tapi juga impresi berkendaranya.

Baca juga: Mobil Keluarga Murah Bertampang Gagah Renault Triber

Renault TriberKOMPAS.com/Ruly Renault Triber

Di atas kertas, mobil memang hanya dibekali mesin berkapasitas 1.000 cc dengan tiga silinder yang mampu menghembuskan tenaga sebesar 72 tk dan torsi 96 Nm.

Namun, penyaluran tenaganya cukup baik untuk digunakan di dalam kota apalagi ada airscoop yang diklaim siap menyuplai udara lebih maksimal ke ruang pembakaran.

Pada kondisi stop and go di kemacetan, Triber cukup responsif dan tidak mengganggu. Power to weight ratio-nya terasa pas, mengingat dimensi mobil juga ramping.

Melaju di flyover wilayah DKI Jakarta juga tak masalah. Tapi nampaknya cukup khawatir juga jika trek yang harus dilalui terjal dan curam seperti beberapa jalan di Puncak, Bandung, atau akses keluar-masuk kapal laut.

Baca juga: Ragam Keunikan Kabin Renault Triber

Interior Renault TriberKOMPAS.com/Ruly Interior Renault Triber

Perlu diketahui, Triber memiliki dimensi panjang 3.990 mm, lebar 1.739 mm (dari ban ke ban), dan tinggi 1.662 mm. Jarak sumbu roda 2.636 mm, jarak pijak roda depan 1.547 mm dan roda belakang 1.545 mm.

Untuk pemakaian cukup jauh, mobil ini memang bukan yang paling nyaman. Posisi mengemudi kurang egronomis karena setir tidak bisa diatur fleksibel, tak ada telescopic steering.

Meski demikian, kontur jok dan penempatan headrest cukup pas untuk postur tubuh warga Indonesia. Jok dibuat sedikit tinggi sementara dasbornya rada rendah, membuat pandangan ke depan jelas.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X