Rawan Senggolan, Mobil dan Motor Harus Waspada Saat Bertemu Rombongan Sepeda

Kompas.com - 07/07/2020, 15:01 WIB
Sejumlah warga mengisi hari libur dengan olahraga bersepeda di Jalan Ahmad Yani, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (28/6/2020). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai penggunaan sepeda perlu diatur dengan peraturan karena dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, sepeda termasuk dalam kategori kendaraan tidak digerakkan oleh mesin dan pengaturannya berada di pemerintah daerah. ANTARA FOTO/Suwandy/aww. ANTARA FOTO/SuwandySejumlah warga mengisi hari libur dengan olahraga bersepeda di Jalan Ahmad Yani, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (28/6/2020). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai penggunaan sepeda perlu diatur dengan peraturan karena dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, sepeda termasuk dalam kategori kendaraan tidak digerakkan oleh mesin dan pengaturannya berada di pemerintah daerah. ANTARA FOTO/Suwandy/aww.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Kondisi jalan saat ini tak hanya didominasi kendaraan bermotor seperti mobil dan motor saja. Belakangan bersepeda juga tengah menjadi tren di kalangan warga ibu kota.

Tidak hanya saat akhir pekan, tren bersepeda juga mulai ramai saat hari kerja. Membuat para pengemudi mobil dan motor harus bersikap ekstra waspada, saat menemui rombongan para pesepeda.

Baca juga: Cegah Tikus Bolak-balik Masuk Ruang Mesin Mobil

Tampak pengendara sepeda motor parkir di jalur sepeda Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Kamis (28/11/2019).KOMPAS.COM/DEAN PAHREVI Tampak pengendara sepeda motor parkir di jalur sepeda Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Kamis (28/11/2019).

Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center (RDC), mengatakan, saat berada di jalan yang sama, para pesepeda rawan senggolan dengan mobil dan motor.

“Jadi pengemudi harus waspada bila melihat di depan kita ada pesepeda, terutama yang konvoi,” ucap Marcell, kepada Kompas.com (7/7/2020).

Menurut Marcell, sepeda umumnya tidak memiliki spion, sehingga mereka kurang antisipatif dengan keadaan dari belakang.

Baca juga: Dimensi Lebih Besar dan Mesin Baru, Begini Wujud Honda HR-V 2021

Ilustrasi bersepeda di Denmark.Denmark.dk Ilustrasi bersepeda di Denmark.

Apalagi saat melaju di jalan, sepeda kerap bergoyang ke kanan dan kiri, tidak konstan lurus di jalurnya.

“Saat menggowes, sepeda biasanya wiggle sehingga bisa memakan jalan kita,” kata Marcell.
Agar para pesepeda mengetahui keberadaan kendaraan bermotor di sekitarnya, pengemudi wajib memberikan tanda.

Salah satunya dengan membunyikan klakson, namun harus dari jarak agak jauh supaya para pesepeda tidak kaget.

“Jadi pastikan beritahukan keberadaan kita dengan klakson dan perlambat kendaraan kita agar lebih mudah dalam bermanuver,” tuturnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X