Omzet IKM Otomotif Turun 90 Persen Selama Pandemi Virus Corona

Kompas.com - 28/06/2020, 09:01 WIB
Lini produksi Mini Countryman di pabrik perakitan Sunter Kompas.com/Setyo AdiLini produksi Mini Countryman di pabrik perakitan Sunter
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian ( Kemenperin) mencatat sejumlah industri kecil menengah ( IKM) otomotif nasional mengalami penurunan penjualan hingga 90 persen selama pandemi virus corona alias Covid-19.

Hal ini, sebagaimana dijelaskan Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih, menjelaskan, terjadi seiring dengan perlambatan kegiatan produksi usai pemerintah melakukan pembatasan aktivitas sosial guna menekan penyebaran virus.

"Di masa pandemi, sejumlah IKM di sentra logam Tegal yang telah menjadi mitra Agen Pemegang Merek (APM) sebagai tier 1 dan tier 2, mengalami penurunan omzet hingga 90 persen, imbas pemberhentian operasional APM beberapa waktu lalu," katanya di keterangan tertulis, Sabtu (27/6/2020).

Baca juga: Pelek Buatan Indonesia Dilirik Perusahaan Otomotif Italia

Ilustrasi suku cadang otomotif

KOMPAS/HERU SRI KUMORO Ilustrasi suku cadang otomotif

Guna mempertahankan dan menjaga keberlangsungan usaha para pelaku IKM, lanjut Gati, pihaknya bakal melakukan penjajakan terhadap peluang pasar yang ada.

Salah satunya, melakukan "perjodohan" antara IKM dengan perusahaan besar yang bersangkutan untuk bisa menjadi pemasok utama atau tambahan. Contohnya, subsitusi impor yang tengah dilakukan PT Sinar Agung Selalu Sukses (SASS).

“Salah satu upaya untuk menjembatani IKM di sentra logam Tegal dalam menjajaki pasar baru di sektor industri otomotif, kami telah menggelar program link and match antara IKM dengan perusahaan besar,” kata Gati.

SASS merupakan salah satu perusahan manufaktur otomotif yang memproduksi suku cadang kendaraan bermotor roda dua dan empat, untuk pasar original equipment manufacturer (OEM) maupun aftermarket.

Direktur Jenderal Indusri, Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih memberikan sambutan pada pembukaan pameran Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (Jiffina) 2019 di Yogayakarta, Rabu (13/3/2019)Dok. Kementerian Perindustrian Direktur Jenderal Indusri, Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih memberikan sambutan pada pembukaan pameran Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (Jiffina) 2019 di Yogayakarta, Rabu (13/3/2019)

KM di sentra logam Tegal berhasil mendapatkan purchase order (PO) dari SASS untuk membuat produk substitusi impor. Diantaranya berupa handle socket LT 10 ton, handle socket LT 5 ton, dan handle socket LT 30,32 ton.

Selain itu, mereka juga akan mendapat pesanan tangkai spion dari SASS. Adapun IKM yang akan mengerjakan produk substitusi impor tersebut adalah PT Bimuda Karya Teknik, yang didukung IKM lainnya seperti, PT Mitra Karya Tegal dan PT Tiga Bersaudara.

Produk-produk itu nantinya akan diproduksi menggunakan mesin stamping. “Namun, IKM perlu melakukan investasi untuk pembuatan dies (cetakan) dengan biaya yang tidak sedikit,” kata Gati.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X