Penjualan Mobil Makin Parah di Mei 2020 Imbas Pandemi

Kompas.com - 16/06/2020, 07:42 WIB
Ilustrasi penjualan mobil. ISTIMEWAIlustrasi penjualan mobil.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo) melaporkan, penjualan mobil di Indonesia pada Mei 2020 semakin melemah sebagai dampak pandemi virus corona alias Covid-19.

Berdasarkan data asosiasi, penjualan retail di periode tersebut hanya mencapai 17.083 unit, menukik tajam 82 persen dari pencapaian Mei 2019 yaitu 93.881 unit.

Sementara realisasi penjualan secara wholesales atau dari pabrik ke diler, ambles 95 persen, dari 84.109 unit menjadi 3.551 unit selama Mei 2020. Padahal di periode ini terdapat hari raya Idul Fitri 1441 H yang biasanya mampu mendongkrak pasar sampai ke level 40 persen.

Baca juga: Kemenperin Bilang Industri Otomotif Nasional Pulih di Semester Dua

Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.

Penjualan ini juga turun hingga 54 persen bila dibandingkan dengan penjualan selama April 2020 dengan capaian 7.868 unit (wholesales) dan 24.273 unit (retail).

Adapun penjualan domestik secara tahunan (Januari - Mei 2020), tercatat sebanyak 248.310 unit. Jumlah tersebut turun 41 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 422.497 unit.

Seiring dengannya, unit mobil yang terserap oleh pasar (retail sales) juga mengalami penurunan 40 persen dari Januari-Mei 2019, yaitu 434.466 unit menjadi 260.716 unit.

Baca juga: Leasing Mutlak Dibutuhkan untuk Dongkrak Penjualan Mobil

Sebelumnya, Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi sudah memprediksi penjualan mobil selama April-Juni 2020 akan mengalami perlambatan karena berbagai wilayah sudah menerapkan penyesuaian aktivitas seperti pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Kemudian ada Lebaran, maka kemungkinan besar penjualan mobil (Mei) akan tetap menurun. Bahkan, bisa lebih rendah dibanding April. Meski demikian, kita tetap optimis di semester II mulai recovery," katanya belum lama ini.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X