Leasing Mutlak Dibutuhkan untuk Dongkrak Penjualan Mobil

Kompas.com - 20/05/2020, 09:22 WIB
Petugas memeriksa mobil Toyota Fortuner produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang akan diekspor melalui dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESPetugas memeriksa mobil Toyota Fortuner produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang akan diekspor melalui dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

 

JAKARTA, KOMPAS.comPandemi virus corona telah berdampak pada penjualan mobil pada April 2020. Berdasarkan angka retail sales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang April lalu penjualan mobil hanya 24.276 unit.

Jumlah ini menukik tajam, anjlok 59,8 persen dibandingkan dengan Maret 2020, yang secara retail mengumpulkan 60.447 unit.

Sementara itu, penjualan mobil secara wholesales pada April lalu hanya 7.871 unit. Hasil ini ambles 89,7 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yakni sebanyak 76.800 unit.

Baca juga: Kesalahan Fatal Pengguna Mobil Transmisi Matik yang Bikin Mesin Jebol

 

Auto2000 Glodok PlazaKOMPAS.com/Ruly Auto2000 Glodok Plaza

Salah satu faktor yang menyebabkan angka penjualan menurun ialah dukungan leasing  atau lembaga pembiayaan yang berkurang selama pandemi.

Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor, mengatakan, penjualan mobil di Indonesia sebagian besar masih menggunakan skema kredit, terutama untuk segmen mobil murah yang banyak mendongkrak penjualan.

Namun perusahaan pembiayaan atau leasing belakangan menerapkan aturan yang lebih ketat bagi konsumen, terutama dalam upaya meminimalisir kredit macet.

Baca juga: Hindari Tabrakan Beruntun dengan Jurus 3 Detik

 

Suasana booth Toyota di IIMS 2017.TAM Suasana booth Toyota di IIMS 2017.

“Karena kebanyakan pembeli mobil LCGC adalah pembeli mobil pertama, mereka membutuhkan paket leasing yang DP-nya murah, pembayaran pertamanya murah atau cicilannya murah,” ucap Anton, dalam wawancara virtual belum lama ini.

“Sejak akhir Maret, leasing terpaksa memperketat penerimaan DP atau seleksi terhadap pembeli mobil. Jadi memang ini salah satu faktor yang menyebabkan demand otomotif menurun,” katanya.

Menurut Anton, apabila leasing masih memberikan kelonggaran dengan menerapkan uang muka di bawah 30 persen, maka pembelian mobil tetap bergairah.

“Sebenarnya cukup banyak konsumen yang belum punya mobil, ingin beli mobil. Kemudian yang punya mobil bekas, ingin mobil baru. Mereka juga menanyakan kepada sales, tapi saat bicara paket leasing, terjadi beberapa kesulitan,” ujar Anton.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X