Produksi Industri Karoseri Anjlok 75 Persen di Tengah Pandemi

Kompas.com - 16/06/2020, 07:22 WIB
Fasilitas perakitan bus Karoseri Laksana di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah KOMPAS.com/DioFasilitas perakitan bus Karoseri Laksana di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah

JAKARTA, KOMPAS.com – Penyebaran virus corona di Indonesia berdampak pada banya ksektor industri, salah satunya transportasi. Turunannya, pengaruh ini juga terjadi pada industri karoseri nasional, pembuat bodi bus di Indonesia.

Selama pandemi, industri transportasi harus membatasi orang untuk bepergian demi mencegah penyebaran virus. Jumlah orang yang bepergian hilang membuat Perusahaan Otobus (PO) mengalami penurunan pendapatan.

Staff Marketing dari Karoseri Tentrem di Malang, Dimas Raditya mengatakan, pandemi ini  memang memengaruhi beroperasinya karoseri. Tapi, industri masih berusaha bertahan dengan tetap beroperasi, menyelesaikan pesanan yang sudah masuk sebelum virus merebak di Indonesia.

Baca juga: Efek Pandemi, Harga Mobil Bekas Turun 20 Persen

Bus Karoseri Tentreminstagram/hudan_fachrudi Bus Karoseri Tentrem

“Selama pandemi masih tetap beroperasi, namun dari April sampai sekarang, sudah tidak ada PO bus yang memesan bodi. Jadi karoseri tetapi mengerjakan pesanan dari Januari sampai Maret,” kata Dimas kepada Kompas.com, Senin (15/6/2020).

Dimas menjelaskan, untuk awal tahun seperti Januari dan Februari, pesanan bus masih ada. Sedangkan bulan Maret sudah mulai sedikit. Selama pandemi, karoseri tetap menyelesaikan pesanan bus namun dengan pengurangan jam dan hari kerja.

“Karena jam kerjanya dikurangi, ada juga pengurangan target produksinya, biasanya sehari dua bus, sekarang satu atau setengah jadi,” ucap Dimas.

Baca juga: Saat Toyota Innova Punya Kabin ala Jet Pribadi

Begitu juga yang dilakukan karoseri Laksana di Ungaran. Export Manager Karoseri Laksana, Werry Yulianto mengatakan, total produksi industri anjlok hingga 75 persen dalam hitungan bulan.

“Jika biasanya sebulan bisa produksi 100 – 120 unit, kalau sekarang hanya 30 – 40 bus perbulannya,” kata Werry kepada Kompas.com.

Selain itu, pada pandemi ini, ada juga costumer yang meminta untuk menunda penyelesaian bus. Jadi jika minta di stop dahulu, karoseri mengikuti permintaannya untuk tidak melanjutkan pembuatannya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X