Kemenperin Bilang Industri Otomotif Nasional Pulih di Semester Dua

Kompas.com - 11/05/2020, 07:42 WIB
Ilustrasi penjualan mobil. AUTONEWSIlustrasi penjualan mobil.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian ( Kemenperin) Republik Indonesia memprediksi pertumbuhan kendaraan bermotor di pasar domestik mulai kembali pulih pada awal semester dua 2020.

Prediksi tersebut sejalan dengan perkiraan pemulihan ekonomi nasional imbas pandemi virus corona (Covid-19) yang kemudian berdampak pada daya beli masyarakat dan terselenggarakannya beberapa pameran otomotif.

"Berdasarkan kajian yang dilakukan, penurunan (penjualan) sepeda motor dan mobil tahun ini sampai akhir Mei. Itu batas periode merah. Diharapkan Juni sudah mulai recovery," kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin Putu Juli Ardika dalam diskusi virtual, Sabtu (9/5/2020).

Baca juga: Penjualan Mobil di Kuartal-I 2020 Tersendat Pandemi, Anjlok 15 Persen

Toyota bakal bangun pabrik perakitan baru di MeksikoLeftlanenews Toyota bakal bangun pabrik perakitan baru di Meksiko

Bila proyeksi itu tepat, lanjut dia, maka pada Agustus kinerja industri bisa kembali normal atau hijau. Sehingga, realisasi target penjualan tidak anjlok lebih dalam.

"Bersama asosiasi, kita sudah bincangkan bahwa tahun ini memang ada penurunan (penjualan) sekitar 40 persen dibanding tahun lalu. Maka diharapkan mulai semester dua hijau, jadi bisa dikejar," kata Putu.

"Guna menjaga industri otomotif, kami juga sudah menjalankan berbagai hal seperti memberikan kelonggaran untuk operasi perseroan dan impor," ucapnya lagi.

Untuk diketahui, berdasarkan laporan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo), penjualan mobil nasional secara retail pada kuartal I/2020 mengalami penurunan sebesar 15,6 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Baca juga: Imbas Pandemi, Laju Industri Otomotif Melambat 40 Persen

Proses perakitan dan kontrol kualitas sama dengan pabrik Yamaha di Iwata, Jepang.Youtube-Yamaha Motor Official Channel Proses perakitan dan kontrol kualitas sama dengan pabrik Yamaha di Iwata, Jepang.

Sementara pada sisi penjualan dari pabrik ke diler (wholesales), juga mengalami koreksi yaitu sebesar 6,9 persen, dari 254.332 unit menjadi 236.797 unit.

Meski demikian, Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi menyebut hal ini sudah sesuai dengan proyeksi asosiasi. "Mungkin akan berlanjut hingga beberapa bulan ke depan hingga Juli 2020. Kita sudah perkirakan ada penurunan sampa 40 persen hingga akhir tahun," katanya.

Sedangkan untuk penjualan kendaraan roda dua di pasar dalam negeri, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia ( AISI) mencatat ada penurunan sebesar 6,6 persen dari periode Januari-Maret 2019.

"Menurut perhitungan pengurus saat ini, diproyeksikan bahwa sampai akhir tahun kira-kira pasar domestik akan terkoreksi 25-30 persen dibanding tahun sebelumnya," kata Sekjen AISI Hari Budianto kepada Kompas.com.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X