Era 3D Printing untuk Komponen Motor Custom di Indonesia

Kompas.com - 06/06/2020, 10:22 WIB
Motor trail Honda NX650 dibangun dengan teknologi 3D printing bikeexif.comMotor trail Honda NX650 dibangun dengan teknologi 3D printing

JAKARTA, KOMPAS.com - Kemajuan teknologi produksi di era modern semakin canggih. Sekarang, sudah ada alat cetak yang bisa menghasilkan apa pun dengan bentuk tiga dimensi alias 3D printing.

Di luar negeri, 3D printing ini juga mulai dimanfaatkan di dunia otomotif. Beberapa bengkel motor custom sudah membuktikannya dengan menciptakan komponen menggunakan teknologi 3D printing untuk motor custom.

Baca juga: Komponen Sepeda Motor Apa Saja yang Bisa Dibuat dengan 3D Printing?

Namun, 3D printing juga memiliki plus dan minus atau kelebihan dan kekurangan. Patrick Christopher Panggabean dari Tridiku, spesialis 3D printing yang berlokasi di Surabaya, mengatakan, belum yakin 3D printing akan menjadi tren di Indonesia.

Teknologi 3D printing di dunia otomotifVisordown.com Teknologi 3D printing di dunia otomotif

"Kalau buat aksesori saya yakin ke depannya akan tambah banyak. Sebab, bisa custom, jadi kalau mau detailnya aneh-aneh itu bisa pakai 3D Printing," ujar Patrick, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Patrick menambahkan, 3D printing memiliki dua kelemahan, yaitu biayanya cukup mahal dan pengerjaannya lama. 3d printing itu biasanya hitungan harganya per gram.

Baca juga: Teknologi 3D Printing Bisa Jadi Tren di Dunia Motor Custom?

"Biaya mencetaknya bisa berbeda-beda. Tapi, untuk biaya materialnya itu yang paling murah berkisar Rp 100 per gram. Kalau material yang umum dipakai, harganya berkisar Rp 170 sampai Rp 250 per gram," kata Patrick.

Andi Akbar, builder Katros Garage yang akrab disapa Atenx tersebut, mengatakan, dirinya juga belum melihat tren 3D printing dalam dunia motor custom di Indonesia.

Teknologi 3D printing di dunia otomotifCore77.com Teknologi 3D printing di dunia otomotif

"3D printing itu alat cetaknya murah, tapi software-nya agak susah. 3D printing itu alatnya juga tidak terlalu mahal, ada yang Rp 10 juta, Rp 7 juta, atau Rp 3 juta. Tapi, hasilnya belum tahu seperti apa kualitasnya," ujar Atenx.

Atenx menambahkan, 3D printing salah satu kekurangannya adalah lama pengerjaannya yang sangat memakan waktu. Membuat satu komponen berukuran kecil bisa memakan waktu berjam-jam dalam mencetaknya.

"Untuk motor custom, harusnya bisa memanfaatkan 3D printing yang memang mengerjakan barangnya satuan. Namun, kembali lagi ke biaya produksinya," kata Atenx.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X