Teknologi 3D Printing Bisa Jadi Tren di Dunia Motor Custom?

Kompas.com - 05/06/2020, 19:21 WIB
Honda Monkey Z125 Termahal di Dunia, Nyaris Setengah Miliar Foto: VisordownHonda Monkey Z125 Termahal di Dunia, Nyaris Setengah Miliar

JAKARTA, KOMPAS.com - Teknologi cetak tiga dimensi atau 3D printing perlahan mulai dimanfaatkan oleh sebagian bengkel motor custom di luar negeri. Tak menutup kemungkinan, di Indonesia juga dapat mengandalkan teknologi tersebut.

Patrick Christopher Panggabean dari Tridiku, spesialis 3D printing yang berlokasi di Surabaya, mengatakan, di Indonesia masih belum ada yang menggunakan metal 3D printer. Kebanyakan masih memakai bahan plastik.

Baca juga: Mengenal Gaya Motor Custom yang Lumayan Jarang Ada di Indonesia

"Biasanya, paling hanya bikin komponen aksesori. Salah satunya yang saya tahu itu grill lampu depan Vespa. Selain itu, pelek juga ada, tapi masih tahap riset," ujar Patrick, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Teknologi 3D printing di dunia otomotifGoPrint3D.com Teknologi 3D printing di dunia otomotif

Patrick menambahkan, untuk material 3D printing, sebenarnya ada bermacam-macam. Tapi, untuk otomotif paling cocok hanya ada tiga material.

"Pertama ABS, biasanya untuk aksesori, tapi untuk komponen mekanis yang kerjanya ringan masih bisa. Kedua polikarbonat, tingkat kekuatannya cukup tinggi dan juga tahan panas. Ketiga, material paling susah dicetak, namanya Polyetheretherketone (PEEK)," kata Patrick.

Patrick menjelaskan, PEEK ini jadi material paling kuat di 3D printing, tapi paling susah juga dibuat. Harga PEEK dibandingkan dengan perak, masih lebih mahal PEEK tiap gramnya.

Baca juga: Tren Modifikasi Bergaya Motor Custom

"Material ini dipakai di temperatur 260 derajat Celcius masih kuat. Dia tingkat kekuatannya sudah Aerospace Grade, biasanya buat roket," ujar Patrick.

Andi Akbar, builder dari Katros Garage, mengatakan, di Indonesia sepertinya belum mengarah ke penggunaan 3D printing untuk motor custom. Sebab, dari builder-nya sendiri juga harus bisa membuat desain 3D-nya.

"Selain itu, belum tahu juga alat yang bagus itu merek apa. Setahu saya, yang main 3D printing ini banyak yang merakit sendiri alatnya," kata pria yang akrab disapa Atenx tersebut.

Teknologi 3D printing di dunia otomotifCore77.com Teknologi 3D printing di dunia otomotif

Dari segi tren, modifikasi di Indonesia juga menurutnya belum yang ke arah high tech. Sementara, 3D printing itu modelnya untuk motor-motor yang bergaya neo classic, seperti untuk membuat detail pada bracket.

Di Indonesia aliran modifikasinya masih old school, dan aliran ini memang lebih ke handmade, tidak main plastik. Meskipun, sekarang 3D printing juga sudah ada yang bisa mencetak dengan bahan metal," ujar Atenx.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X